SURABAYAPAGI, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah mulai melakukan lelang jabatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk mengisi posisi jabatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang strategis.
Dari lelang jabatan tetsebut ada beberapa kursi yang menjadi rebutan yakni kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya antar kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) disebut-sebut sebagai kandidat kuat dalam seleksi terbuka yang digelar Wali Kota Eri Cahyadi.
Menanggapi hal ini, Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menegaskan proses seleksi tidak boleh hanya menjadi formalitas untuk mengamankan posisi bagi orang-orang tertentu.
Menurutnya, jabatan strategis seperti Sekda harus diperebutkan secara terbuka dan berbasis kompetensi.
“Jangan sampai ada kesan kalau posisi ini sudah ‘diatur’ untuk pihak tertentu. Semua yang memenuhi syarat harus diberi kesempatan yang sama untuk bersaing,” ujar Yona, kamis (13/3).
Yona juga menekankan setiap kandidat harus memiliki visi dan grand design yang jelas untuk membawa perubahan nyata bagi Kota Surabaya.“Jangan hanya retorika. Kalau tidak punya konsep konkret untuk lima tahun ke depan, ya tidak usah dipilih,” tegasnya.
Selain itu, Yona mengingatkan agar seleksi tidak hanya berkutat di lingkaran kecil birokrasi yang sudah ada. Dari sudut pandangnga, banyak pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya yang potensial tetapi belum mendapat kesempatan.
“Kalau seleksinya hanya muter di situ-situ saja, kapan regenerasi bisa berjalan? Harus ada kesempatan bagi mereka yang benar-benar punya kompetensi,” tambahnya.
Dia juga mengingatkan jabatan Sekda memiliki tanggung jawab besar, terutama dalam menghadapi tantangan keuangan daerah.
“Surabaya saat ini punya PR besar, terutama dalam menutup defisit Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sekda harus bisa menjadi otak di balik kebijakan yang solutif,” ujarnya.
Dari informasi yang beredar, dua kepala OPD disebut sebagai kandidat kuat dalam seleksi ini, yaitu Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, dan Kepala Dinas Infokom, M Fikser. Alq
Editor : Mariana Setiawati