SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menggelar forum konsultasi publik ranwal RPJMD Kota Mojokerto tahun 2025 - 2029 dan ranwal RKPD Kota Mojokerto tahun 2026, dengan menggandeng tenaga ahli dari Universitas Brawijaya, Malang, Andy Kurniawan SAP, MAP.
Dalam forum yang digelar di ruang Sabha Mandala Madya ini, Pemkot menjaring aspirasi dari sejumlah pimpinan perusahaan, akademisi, organisasi masyarakat, organisasi profesi, organisasi wanita, serta pelaku UMKM.
Dalam kesempatan ini, Ning Ita sapaan akrab wali kota melalui daring menegaskan bahwa pembangunan yang direncanakan ke depan sebisa mungkin harus selaras dan bersifat sinergitas dengan rancangan pembangunan yang digagas oleh pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.
"Penyusunan RPJMD Kota Mojokerto tahun 2025-2029 harus disusun berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Mojokerto tahun 2025-2045, yang sekarang dengan rencana pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2025-2029,'' kata Walikota Ning Ita, Jumat (14/3/2025).
Petinggi Pemkot Mojokerto ini menjelaskan penyusunan RPJMD Kota Mojokerto tahun 2025-2029 juga harus dilakukan secara beriringan dan diselaraskan visi-misi pemerintah provinsi Jawa Timur, sehingga tujuan dari pembangunan tingkat nasional maupun kabupaten kota dapat tercapai.
Pada era kepemimpinan yang baru ini, rancangan pembangunan merupakan satu hal yang tidak bisa dilepaskan bagi kepemerintahan baik itu di tingkat nasional maupun daerah provinsi dan kabupaten/kota.
Pada tingkat nasional terdapat Asta Cita yang mengusung delapan misi untuk menuju Indonesia Emas 2045, dan pada tingkat Provinsi, Jawa Timur hadir dengan Nawa Bhakti Satya yang berisikan sembilan program prioritas oleh Gubernur dan Jajarannya.
Untuk Kota Mojokerto sendiri Walikota dan Wakilnya telah mencetuskan Panca Cita Kota Mojokerto, yang berisikan lima misi fundamental demi mewujudkan Kota Mojokerto yang maju, berdaya saing, berkarakter, sejahtera dan berkelanjutan.
Karena rancangan yang beragam pada tingkat nasional dan provinsi itulah, Ning Ita menilai, untuk mencapai efektivitas yang setinggi-tingginya, maka diperlukan kesinambungan antar sesama pemimpin, masyarakat dan para stakeholder maupun institusi kepemerintahan lain.
Ia juga mengajak para pihak terkait agar turut serta meyumbangkan ide dan gagasannya pada Forum Komunikasi ini demi kesempurnaan rancangan RPJMD Kota Mojokerto.
"Saya mengajak kepada semua untuk menyumbangkan tenaga, pikiran, di acara konsultasi publik ranwal RPJMD Kota Mojokerto 2025-2029 ini demi kesempurnaan dokumen RPJMD Kota Mojokerto khususnya, dan pembangunan di Kota Mojokerto pada umumnya," tuturnya.
Sementara itu Kepala Bapperida Kota Mojokerto Agung Moeljono mengulas tahapan-tahapan alur RPJMD 2025-2029.
Dengan diawali rancangan awal, rancangan, rancangan akhir dan penetapan, keempat tahapan tersebut akan 'digodok' selama enam bulan yang dimulai dari Forum Komunikasi ini. Kedepannya Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang juga merupakan bagian dari tahapan penyusunan.
"Untuk tahapan penyusunan RPJMD akan ada empat tahapan, mulai dari tahapan awal hingga penetapan, prosesnya akan berjalan selama enam bulan dimulai dari forum komunikasi ini," jelas Agung. Dwi
Editor : Moch Ilham