SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saya menyebut perseteruan politik antara PDI Perjuangan (PDIP) dengan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) merupakan kelanjutan dari Pemilu 2024. Bahkan, hubungan keduanya semakin memanas usai Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjadi tersangka KPK.
Apakah yang benar PDIP atau Jokowi, dalam perselisihan ini, saya menyebut hubungan keduanya gelap gulita.
Jadi narasi yang berkembang belakangan ini bahwa PDIP klaim Jokowi kirim orang minta tidak dipecat, lalu dibantah oleh Jokowi dan sangat kelihatan sekali Jokowi marah.
Polemik saat ini menegaskan bahwa PDIP dan Jokowi perseteruan politiknya tidak berkesudahan dan kelihatan sekali semakin memanas setelah Hasto ditetapkan sebagai tersangka.
Menurut saya, kebersamaan panjang antara PDIP dan Jokowi, yakni 23 tahun. Menurutnya, Jokowi pasti tahu apa yang terjadi dengan PDIP, begitu pun sebaliknya PDIP sangat tahu bagaimana dengan sikap dan manuver politik Jokowi.
Saat ini, publik hanya menebak-nebak, publik hanya menangkap kadang penjelasan dari satu sisi yang tidak komprehensif. Bagi yang pro dengan PDIP, percaya bahwa Jokowi kirim orang supaya tidak dipecat dan minta Hasto diberhentikan dari Sekjen. Karena PDIP tak mungkin akan ngomong semacam itu kalau tidak didasarkan atas fakta-fakta terukur.
Dan saat yang bersamaan, saya amati, bagi pihak yang anti dengan PDIP, pastinya akan berada di barisan pendukung Jokowi yang mengatakan bahwa semua yang dikatakan PDIP itu fitnah, bohong. Bahwa selama ini PDIP suka mencaci dan menghina, Jokowi diam, itu akan didukung bahwa sebenarnya Jokowi itu tidak pernah melakukan apapun seperti yang dituduhkan oleh PDIP.
Hal itu, membuat realitas politik hari ini tergantung selera politik seseorang. Namun untuk memprediksi apakah yang benar PDIP atau Jokowi, Adi menyebut hubungan keduanya gelap gulita.
Secara prinsip setelah Jokowi berakhir hubungan politiknya dengan PDIP, setelah Jokowi dinilai berkhianat oleh PDIP, praktis apapun yang disampaikan Jokowi bagi PDIP itu salah dan memang selalu bertabrakkan antara pernyataan dan perbuatannya. Apalagi PDIP mengatakan Jokowi itu sen kanan tapi belok kiri. n dc/rmc
Editor : Moch Ilham