SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Untuk mengenang seniman jalanan yang sudah meninggal, apalagi di tengah masih menjalankan ibadah puasa, sekelompok seniman jalanan di Lamongan mengelar doa bersama yang dibalut dengan buka bersama di Desa Banaran, Kecamatan Babat Lamongan pada Jum'at sore (21/3/2025).
Kegiatan yang baru pertama kali digelar dalam sejarah ini dihadiri oleh wakil ketua DPRD Kabupaten Lamongan, Husen dan keluarga besar para seniman jalanan yang masih menjalankan aktivitas sampai saat ini.
Selamet Riyadi, salah satu seniman kepada surabayapagi.com mengaku bangga dan terharu dengan di gelarnya acara doa dan buka bersama ini. Menurutnya acara ini salah satunya sebagai penghormatan dan bagian dari usaha mengenang para almarhum dan almarhumah, yang sedikit banyak telah berjasa dalam memberikan edukasi, dan pembentukan diri para seniman jalanan.
"Selama puluhan tahun kami melakukan aktifitas ngamen di jalanan, baru kali ini ada acara doa bersama yang di khususkan buat saudara saudara sesama pengamen yang sudah meninggal," kata Selamet yang tidak bisa menyembunyikan rasa harunya hingga matanya berkaca-kaca.
Kegiatan ini membuat terharu buat para seniman dan keluarganya, apalagi para pengasong yang sebelumnya sering bersinggungan dengan para almarhum atau almarhumah.
"Kami mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar besarnya kepada Allah SWT yang mengijinkan dan mempermudah terselenggaranya acara doa dan buka puasa ini yang mengutus Pak Husen selaku Wakil Ketua II DPRD Kab. Lamongan, yang membantu memfasilitasi acara ini," terangnya.
Ia juga menyampaikan rasa terimakasih nya kepada para seniman jalanan, ketua teman RT 03/01 Banaran, perwakilan pengasong serta jaringan pemerhati kesenian lainnya yang ikut mensukseskan acara doa bersama ini.
Ia berharap acara yang baik dan mulia ini bisa dilakukan dalam setiap tahunnya. Bisa dilakukan secara bergilir lintas Kabupaten. Terutama kabupaten yang berada di tetangganya Lamongan. Sehingga ajang silaturahmi dan penguatan gerakan kebudayaan syiar jalanan ini bisa semakin berkualitas.
Sementara itu, Husen dalam kesempatan itu menyampaikan kalau jalanan tempat berjalan untuk menggapai tujuan, meskipun disana banyak tikungan dan perempatan, belokan dan patuhi rambu rambu lalu lintas lainnya.
"Teman-teman seniman jalanan dan untuk kita semuanya harus lebih hati-hati serta bersedia mempelajari rambu- rambu lalu lintasnya hidup. Agar tidak salah parkir, salah pilih jalan, bahkan sampai tersesat dijalan," harapnya.
Diakhir sambutanya politisi PDIP ini mendorong para seniman jalanan untuk sebentar membentuk lembaga sebagai wadah pembinaan seniman jalanan perlu segera dibuat. "Segera untuk membuat wadah organisasi agar bisa terorganisir dalam mengembangkan potensi yang dimiliki seniman Jalanan. Baik bersifat kekaryaan cipta lagu, maupun bentuk potensi ekonomi lainnya," harap Husen.jir
Editor : Moch Ilham