SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Jumat tanggal 18 April adalah hari libur Jumat Agung. Jumat Agung dan Paskah bukanlah hal yang sama, tetapi Jumat Agung merupakan bagian dari perayaan Paskah.
Paskah adalah hari raya keagamaan Kristen yang merayakan kebangkitan Yesus Kristus, sementara Jumat Agung adalah hari yang memperingati penyaliban Yesus.
Jadi, Jumat Agung adalah hari sebelum Paskah, yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan Tri Hari Suci Paskah (Kamis Putih, Jumat Agung, dan Paskah).
Umat nasrani menganggao Jumat Agung, merupakan hari Jumat sebelum Paskah, yang memperingati penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus di Bukit Golgota.
Dilansir situs Imam Katolik, Jumat Agung berlangsung pada hari Jumat sebelum peringatan Paskah. Jumat Agung merupakan bagian dari rangkaian Tri Hari Suci Paskah, yaitu Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci.
Bagi umat Kristen dan Katolik, Jumat Agung adalah rangkaian dalam perayaan Paskah. Berdasarkan tradisi agama Katolik, ada istilah Trihari Suci Paskah...
Jumat Agung adalah Hari Jumat sebelum Minggu Paskah, hari peringatan Penyaliban Yesus Kristus dan wafatnya di Golgota. Hari kematian itu sendiri tidak dicatat jelas di Alkitab. Ada yang menduga jatuh pada hari Rabu, tetapi lebih banyak yang menempatkan pada hari Jum'at.
Kini, proses ibadat Jumat Agung di Katedral Jakarta, telah selesai digelar, Jumat lalu (17/4).
Para jemaat yang hadir
dalam Jumat Agung mengikuti 3 sesi, yaitu pukul 12.00 WIB, 15.00 WIB, dan 18.00 WIB. Sedangkan pada paginya pukul 09.00 WIB, ada Jalan Salib Kreatif.
Jumat Agung diperingati setiap tahun selama Pekan Suci sebagai bagian dari Trihari Suci Paskah. Jumat Agung juga dikenal sebagai Jumat Suci, Jumat Agung.
Bagi umat Kristiani, Jumat Agung adalah hari berkabung, refleksi, dan pertobatan.
Hari itu melambangkan kedalaman pengorbanan Yesus Kristus dan harapan akan penebusan dosa. Hari ini dirayakan dengan puasa, doa, dan kebaktian gereja yang mengenang saat-saat terakhir Kristus dan kematiannya.
Pada hari Jumat Agung ini Gereja Katolik tidak merayakan Ekaristi. Karena pusat ibadah hari itu fokusnya pada peristiwa sengsara dan wafatnya Yesus Kristus, maka penyebutannya adalah Ibadat (Liturgi) Jumat Agung dan bukan Misa Jumat Agung.
Bagi umat Kristian, hari Jumat Agung adalah puncak dari kisah penyelamatan yang penuh kasih karunia dari Allah kepada umat manusia. Dalam peristiwa yang mengguncang bumi dan langit, kita menyaksikan pengorbanan yang tiada tara: Allah yang Mahakuasa memilih untuk mengorbankan Anak-Nya, Yesus Kristus, demi penebusan dosa-dosa kita.
Peringatan Jumat Agung adalah tentang pengampunan. Penyaliban Yesus Kristus merupakan bentuk nyata cinta kasih Tuhan kepada umat-Nya, dengan mengampuni dosa-dosa manusia.
Semasa hidup-Nya, Yesus kerap menunjukkan kasih kepada sesama, bahkan kepada mereka yang menyakiti-nya.
Jumat Agung mengajarkan kita untuk tetap kuat meski dalam kesakitan . Mari kita hormati Yesus dengan bersikap rendah hati dan penuh kasih. Jumat Agung ini, semoga kita belajar nilai pengorbanan. Hari untuk berdiam diri, merenung, dan bersyukur kepada Yesus. (Maria Sari)
Editor : Moch Ilham