SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung akhirnya menutup total akses jembatan Junjung, Sumbergempol, usai mengalami kerusakan parah hingga ambrol, sehingga membahayakan jika nekat dilewati warga.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung Dwi Hari Subagyo mengatakan penutupan akses ini adalah hasil kesepakatan di tingkat Forkopimcam. Dan rencananya, untuk pembuangan baru akan dilakukan tahun 2026.
"Penutupannya kemarin. Sebelum ditutup itu dilakukan rapat koordinasi, sebetulnya ada 2 opsi, ditutup atau dibuatkan jembatan bambu di sebelahnya. Kesepakatannya ternyata ditutup total," kata Dwi Hari, Rabu (23/04/2025).
Tampak, saat akses jembatan tersebut ditutup total. Pada dua ujung jembatan yang menghubungkan Kecamatan Sumbergempol dan Boyolangu terpasang besi pembatas yang dilas dengan konstruksi jembatan. Bahkan di sisi Kecamatan Boyolangu juga ditutup dengan anyaman bambu.
Masih menurut Dwi, konstruksi jembatan itu telah mengalami kerusakan dan ambles di penyangga tengah. Jika terus menerus dilalui kendaraan maka akan berpotensi semakin parah.
"Kalau sampai terjadi apa-apa siapa yang bertanggung jawab? Makanya demi keselamatan bersama ditutup total," jelasnya.
Disatu sisi, tahun ini Dinas PUPR Tulungagung akan fokus untuk tahap perencanaan pembangunan jembatan. Harapannya pada awal 2026 proyek tersebut sudah bisa dilelang dan segera dikerjakan.
"Anggaran pastinya belum tahu, tapi estimasinya sekitar Rp 7,5 miliar. Nah, proyek konstruksi dari APBD tidak boleh dilakukan multiyears (tahun jamak), tapi harus selesai 1 tahun anggaran," imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang warga setempat Junjung Suryanto berharap pembuatan jembatan baru itu bisa segera dilaksanakan karena infrastruktur itu merupakan akses penting bagi masyarakat di kedua wilayah, karena berdampak langsung pada perekonomian para pedagang yang ada di sekitarnya.
"Kalau bisa segera dibangun, biar bisa dilewati kembali. Ini merupakan akses terdekat, kalau lewat jalur utama harus memutar agak jauh. Makanya ketika ini ditutup banyak pengguna jalan yang memutar jauh. Jadi sangat berpengaruh, biasanya orang yang lewat banyak yang mampir, sekarang sepi," ujarnya. tl-02/dsy
Editor : Desy Ayu