SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Harga sapi potong baik lokal maupun impor di Pasar Hewan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Jawa Timur mengalami kenaikan 10% hingga 40% menjelang Hari Raya Idul Adha, sejak minggu lalu.
Saiful Islam, salah satu pedagang di Pasar Hewan Jrebeng mengungkap, naiknya harga sapi-sapi tersebut dipicu karena banyak pedagang yang menyimpan sapi untuk Idul Adha.
Untuk sapi Madura, harga saat ini di kisaran Rp 4 juta hingga Rp 5 juta. Sebelumnya harganya di kisaran Rp 3 juta. Sapi impor jenis Limosin harga sebelumnya di kisaran Rp 15 juta, kini tembus di atas Rp 20 juta.
"Naik hingga 40%, sekarang pokok ada sapi gemoy langsung dibeli oleh pedagang, naik biasanya sapi harga Rp 10 juta sekarang menjadi Rp 15 juta, ini yang saya bawa saya harga Rp 12 juta menjadi Rp 17 juta," ujarnya, Rabu (07/05/2025).
Mengingat, Probolinggo sendiri merupakan salah satu penghasil ternak sapi terbesar di Jawa Timur. Banyak pedagang dari luar kota mulai dari Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Jakarta.
Saiful sendiri mengakui bahwa pedagang selalu datang untuk membeli sapi dalam partai besar. Hampir setiap 2 pekan sekali. Rata-rata pedagang Probolinggo bisa mengirim sapi hingga 900 ekor ke luar kota.
"Ini dikirim ke Banjar Negara dan wilayah Jawa Barat hingga Jakarta, ini sapi dari Lumajang kota dan Kabupaten Probolinggo masuk ke pasar sapi Kota Probolinggo. Pembelinya ramai," kata Saiful.
Masih adanya penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tidak mempengaruhi minat pembeli. Pasalnya, petugas dari Dinas Peternakan setempat rutin memantau kondisi kesehatan hewan yang masuk ke pasar.
Dan diprediksi bahwa kenaikan harga sapi, termasuk di Pasar Hewan Jrebeng Lor Kota Probolinggo akan terus terjadi hingga minggu terakhir bulan Mei 2025 atau mendekati Hari Raya Idul Adha. pr-01/dsy
Editor : Desy Ayu