SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Dikutip berdasarkan riset New AutoMotive pada Kamis (08/05/2025), bahwa penjualan mobil listrik Tesla di Britania Raya mengalami penurunan drastis hingga 62 persen secara tahunan (year-on-year) pada bulan April. Penurunan tajam Tesla ini terjadi justru di tengah tren peningkatan permintaan kendaraan listrik (EV) secara keseluruhan di Inggris.
Tentu saja, penurunan angka tersebut menjadi yang terendah bagi pabrikan mobil listrik besutan Elon Musk tersebut dalam lebih dari dua tahun terakhir. Meski demikian, pendaftaran mobil listrik secara keseluruhan di Inggris justru meningkat sebesar 6,9 persen pada bulan April. Namun, angka ini melambat dibandingkan bulan sebelumnya, diduga akibat kondisi ekonomi yang lebih luas.
Menariknya, merek-merek lain justru mencatatkan pertumbuhan penjualan EV yang signifikan di Inggris pada bulan April. Volkswagen, misalnya, mengalami lonjakan penjualan mobil listrik sebesar 194 persen dengan 2.314 unit terjual. Bahkan, pabrikan asal China, BYD, mencatat kenaikan penjualan yang fantastis hingga 311 persen dengan 1.419 unit mobil listriknya laku di pasar Inggris.
Spekulasi pun bermunculan terkait penyebab anjloknya penjualan ini. Salah satu faktor yang disinyalir menjadi pemicu adalah antisipasi konsumen terhadap model terbaru Tesla Model Y yang telah diperbarui, Kamis (08/05/2025).
Lebih lanjut, situs resmi Tesla di Inggris juga mengumumkan bahwa perkiraan pengiriman Model Y versi facelift akan dimulai pada bulan Juni mendatang. Namun, masih dibutuhkan waktu beberapa bulan untuk melihat apakah versi terbaru ini mampu menarik kembali minat konsumen.
Selain faktor produk, isu lain yang berpotensi mempengaruhi penjualan Tesla adalah sentimen publik terhadap Elon Musk. Kedekatannya dengan mantan Presiden AS Donald Trump dan pandangannya yang cenderung ke kanan di Eropa memicu sejumlah protes terhadap dirinya dan perusahaan. Bahkan, beberapa waktu terakhir dilaporkan terjadi aksi vandalisme di showroom dan stasiun pengisian daya Tesla di Amerika Serikat dan Eropa.
Setelah laporan penjualan dan keuntungan global kuartal pertama yang mengecewakan, dua pekan lalu Musk menyatakan akan mengurangi waktunya berinteraksi dengan pemerintahan Trump dan lebih fokus mengelola perusahaan. jk-04/dsy
Editor : Desy Ayu