SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Luna Maya dan Maxime Bouttier, dua bule keturunan Austria dan Perancis, resmi menikah dalam acara akad di resor COMO Shambhala Estate Ubud, Gianyar, Bali, pada Rabu (7/5). Keduanya menikah dengan mas kawin berupa logam mulia senilai 7,5 gram dan uang tunai US$2025.
Luna Maya diketahui beragama Islam sejak lahir. Salah satu buktinya adalah Luna Maya telah beberapa kali menjalankan ibadah umrah, yakni pada 2019 dan 2022.
Maxime Bouttier menganut agama Islam sejak lahir. Ia sering berfoto saat merayakan Lebaran bersama keluarganya. Luna Maya Saat Akad Nikah, Pakai Kebaya Putih Adat Jawa.
Prosesi pernikahan berlangsung dengan nuansa adat Jawa, tepatnya adat Yogyakarta.
Bahkan, Luna Maya dan Maxime Bouttier, saat acara panggih juga dengan upacara adat Jawa.
Upacara panggih dalam adat Jawa melambangkan pertemuan awal antara pengantin wanita dengan pengantin pria. Upacara panggih dilakukan pada awal sebelum resepsi pernikahan dilakukan.
Pada pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier, upacara panggih yang dilakukan dipandu oleh Mamie Hardo yang dikenal sebagai perias pengantin senior dalam tata rias pengantin adat, khususnya pernikahan adat Jawa.
***
Dari beberapa sumber, pernikahan adat Jawa memiliki beragam macam, terutama dalam hal tradisi dan ritualnya. Beberapa tradisi yang umum meliputi prosesi seperti nontoni, petung, pasang tarub, srah-srahan, siraman, midodareni, panggih, dan ngunduh mantu. Selain itu, ada juga beragam ragam paes pengantin yang mencerminkan kekayaan budaya Jawa, seperti Paes Ageng, Paes Puteri, dan Paes Solo.
Misalnya, pernikahan Adat Jawa Tengah, memiliki banyak tradisi dan ritual yang unik, seperti midodareni, siraman, panggih, dan ngunduh mantu.
Sementara pernikahan Adat Jawa Timur, memiliki empat jenis upacara perkawinan adat yaitu Suku Jawa, Suku Tengger, Suku Osing, dan Suku Madura.
Lalu ragam paes pengantin atau tata rias pengantin, yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.
Dihimpun brilio.net dari berbagai sumber, (24/1). Ada hal menarik yang terjadi di Suriname. Di mana penduduk di sana ada yang menikah dengan menggunakan adat Jawa. Mereka yang menggelar acara pernikahan dengan adat Jawa tersebut mendapat julukan sebagai crazy rich.
Adat jawa ada kaitannya masuknya orang Indonesia ke Suriname sejak 1890. Mayoritas dari jawa. Setelah itu terus dilakukan pengiriman hingga 1939.
Sebagai negara jajahan, Belanda mengirimkan ribuan orang dari Indonesia ke Suriname. Sebagian besar yang dikirim berasal dari Jawa Tengah, sebagian lagi dari Jawa Timur dan Jawa Barat. Di sana mereka menjadi buruh atau budak yang menetap di berbagai perkebunan.
Antara 1890 dan 1939, sekitar 32.956 orang Indonesia dikirim ke Suriname. Beberapa tahun setelah tragedi tersebut, terjadi lah pemulangan warga negara asing menuju negara asal mereka masing-masing. Sebagian besar banyak yang kembali ke Indonesia, namun juga beberapa ada yang menetap di Suriname.
Hingga sekarang, di Suriname pernikahan adat Jawa menjadi trend tersendiri. Mereka menilai pernikahan dengan menggunakan adat Jawa merupakan sesuatu yang sangat berkelas dan diimpikan banyak orang. Tak heran jika ada diantara mereka yang menggelar pernikahan dengan adat Jawa dianggap orang kaya
Juga pernikahan adat Jawa di Belanda. Ada perpaduan budaya Jawa dan Belanda. Walaupun tradisi pernikahan Jawa biasanya lebih kaku, namun dapat disesuaikan dengan preferensi pengantin dan keluarga di Belanda.
Demikian juga pernikahan adat Jawa di Malaysia. Terutama pada komunitas keturunan Jawa. Mereka masih mempraktikkan tradisi leluhur mereka. Pernikahan ini seringkali menjadi penggabungan antara budaya Jawa dan budaya Melayu setempat. Dan ini menciptakan ciri khas tersendiri. Prosesi pernikahan adat Jawa di Malaysia masih mempertahankan beberapa elemen penting seperti siraman, midodareni, dan panggih.
***
Ada keunikan Adat Jawa dalam Pernikahan, dimana sang istri mencuci kaki suaminya dengan air bunga. Ini, menciptakan simbolisme akan kesucian dan kesejatian sebelum memulai perjalanan kehidupan baru.
Terkait “Midodareni.” Ini malam penuh doa dan kesyukuran, menandai persiapan rohaniah menuju pernikahan.
Menurut saya, pernikahan adat jawa merupakan salah satu adat yang paling kental dengan segala hal yang dipercayai dalam sistem norma budaya dan nilai nilai dalam kehidupan. Ini karena saya saat menikah dulu menyelenggarakan pernikahan adat jawa juga.
Dalam adat jawa, pernikahan sangat sakral. Jadi harus dilakukan beberapa hal yang mesti dilalui oleh calon manten.
Ada pasang Tratag Atau Tarub. Ada prosesi siraman, Dodol Dawet, Potong Tumpeng. Tanam Rambut dan Lepas Ayam Ritual . Adat jawa ini bertujuan agar kedua mempelai dijauhkan dari segala hal buruk. Sedangkan melepaskan ayam jantan itu berarti keikhlasan orangtua melepas anaknya mandiri.
Selain Midodareni, prosesi pada malam hari sebelum hari pernikahan. Calon mempelai pria mendatangi rumah calon mempelai wanita didampingi pihak keluarga sembari membawa seserahan. Biasanya dalam ritual tersebut mempelai wanita yang ditemani keluarga saja ini diberi sebuah wejangan pernikahan agar dihari pernikahan pengantin wanita seperti secantik bidadari.
Dulangan Pungkasan yaitu suapan terakhir dari kedua orang tua ke wanita calon pengantin yang berarti berakhirnya tanggung jawab sebagai orangtua kepada calon manten wanita untuk membangun rumah tangga. Ini mengharukan.
Ada prosesi siraman, Dodol Dawet, Potong Tumpeng,Tanam Rambut dan Lepas Ayam Ritual. Adat jawa ini bertujuan agar kedua mempelai dijauhkan dari segala hal buruk. Sedangkan melepaskan ayam jantan itu berarti keikhlasan orangtua melepas anaknya mandiri.
Selain Midodareni. Ini prosesi pada malam hari sebelum hari pernikahan. Calon mempelai pria mendatangi rumah calon mempelai wanita didampingi pihak keluarga sembari membawa seserahan. Biasanya dalam ritual tersebut mempelai wanita yang ditemani keluarga saja ini diberi sebuah wejangan pernikahan agar dihari pernikahan pengantin wanita seperti secantik bidadari.
Keunikan lain adalah sungkeman. Pada tahap ini kedua mempelai meminta restu dan juga berterimakasih kepada kedua orangtua krena sudah membesarkannya hingga menuju pernikahan kehidupan baru.
Lalu kirab pengantin. Ini Merupakan istilah untuk kedua mempelai meninggalkan kursi pelaminan untuk mengganti pakaian. Ini serangkaian acara dan ritual yang dilalui dalam prosesi pernikahan adat jawa pada umumnya, menarik bukan?.
Menurut saya, bentuk keunikan yang ada di budaya jawa meliputi sistem religi, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, kepercayaan, moral, seni, hukum, adat, dan sistem organisasi masyarakat. Saya akui, ribet, tapi kok disukai bule?. Maklum ada keunikannya.
Perkiraan biaya pernikahan adat Jawa bisa berkisar antara Rp 20 juta hingga Rp 72 juta. Bahkan bisa hingga Rp 150 juta. Tergantung pada banyak faktor jenis dekorasi, hiburan, dan prosesi yang diinginkan. Belum jumlah tamu seperti pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttie yang digelar di resor mewah di daerah Bali. ([email protected])
Editor : Moch Ilham