Bisnis Google, Bisa Terancam AI

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Jaringan TV internasional CNN, Kamis (8/5/2025), memberitakan Apple, sedang giat memperbaiki browser Safari di perangkatnya, terutama dengan fokus menambahkan mesin cari berbasis AI atau kecerdasan buatan.

Jika diimplementasikan, itu bisa menjadi pukulan dahsyat bagi Google.

Dalam persidangan anti monopoli terhadap Alphabet, induk Google, Eddy Cue yang adalah eksekutif Apple mengungkap, jumlah pencarian di Safari, menurun untuk pertama kalinya bulan silam. Ia menyebut penyebabnya adalah karena pengguna makin sering menggunakan AI.

Menghadapi perkembangan itu, Eddy meyakini bahwa pembuat mesin pencarian AI seperti OpenAI, pada akhirnya akan menggantikan mesin cari standar seperti Google. Apple pun berencana untuk menambahkan opsi AI ke browser Safari di masa depan.

"Kami akan menambahkan mereka (AI) ke dalam daftar, namun mereka mungkin tidak menjadi opsi default," cetus Eddy kepada CNN, Kamis (8/5/2025).

Kabar dari Apple ini membuat harga saham Alphabet anjlok sampai 6%. Google memang sangat diuntungkan sebagai mesin cari default di Safari, sehingga jika Apple sampai beralih, mereka bisa kehilangan sumber pendapatan yang besar.

Untuk menjadi mesin cari default di Apple, Google membayar sekitar USD 20 miliar per tahun. Sebagai keuntungan, sekitar 36�ri pendapatan iklan dari pencarian diperoleh Google dari browser Safari.

Tampaknya dengan kehilangan posisi tersebut dapat menambah tekanan pada Google di saat mereka menghadapi persaingan ketat dari perusahaan startup AI seperti OpenAI dan Perplexity. Kini, Apple telah mencapai kesepakatan dengan OpenAI untuk menawarkan ChatGPT sebagai opsi di Siri. Google pun berupaya mengamankan kesepakatan untuk menanamkan teknologi Gemini AI di perangkat terbaru Apple.

"Hilangnya eksklusivitas di Apple seharusnya memiliki konsekuensi yang sangat parah bagi Google," kata analis pasar dari D.A. Davidson, Gil Luria.

"Banyak pengiklan menempatkan semua iklan pencarian mereka di Google, karena Google secara praktis merupakan monopoli dengan pangsa pasar hampir 90%.

 Artinya jika ada alternatif lain yang layak untuk pencarian, banyak pengiklan dapat memindahkan sebagian besar anggaran iklan mereka dari Google ke tempat-tempat lain ini," paparnya.

 

***

 

Banyak warga tahu, Google LLC adalah sebuah perusahaan multinasional Amerika Serikat yang berkekhususan pada jasa dan produk Internet. Produk-produk tersebut meliputi teknologi pencarian, komputasi web, perangkat lunak, dan periklanan daring.

Dan ada perusahaan induk Google, yang memiliki beberapa perusahaan lain selain raksasa mesin pencari tersebut.

Ada tujuh perusahaan besar yang dimiliki oleh Alphabet . Ketujuh perusahaan itu adalah YouTube, Waze, DoubleClick, Nest, Looker, Fitbit, dan Mandiant .

Pada tahun 2000 , Google mulai menjual iklan yang terkait dengan kata kunci pencarian. Iklan tersebut berbasis teks untuk menjaga desain halaman tetap rapi dan memaksimalkan kecepatan pemuatan halaman. Kata kunci dijual berdasarkan kombinasi harga penawaran dan klik, dengan penawaran mulai dari $0,05 per klik.

Jelas! Google memperoleh sebagian besar pendapatannya dari iklan . Ini termasuk penjualan aplikasi, pembelian yang dilakukan dalam aplikasi, produk konten digital di Google dan YouTube, Android, serta biaya lisensi dan layanan, termasuk biaya yang diterima untuk penawaran Google Cloud.

Saat ini tidak ada biaya untuk menggunakan Google Pay untuk pembayaran komersial . Sebagai pemilik bisnis, kita bertanggung jawab untuk memungut dan membayar pajak seperti pajak penjualan, pajak layanan, PPN, atau pajak atau retribusi serupa lainnya. Google tidak bertanggung jawab untuk memungut atau membayar pajak apa pun yang terkait dengan bisnis kita. Jelas kan core bisnis Google.

 

***

 

Kini, kecerdasan buatan (AI) dinilai semakin berkembang pesat.  AI  dapat mengubah lanskap dunia kerja. Berkaitan dengan hal tersebut, Founder dan CEO Fuxi Institution Lee Xiadong, tak menampik jika AI berpotensi menggantikan berbagai teknologi dan pekerjaan yang ada saat ini.

Dia tetap menekankan bahwa manusia masih memiliki peluang untuk beradaptasi dengan teknologi baru ini. Meskipun AI dapat menggantikan hasil kerja manusia yang tidak memiliki pemahaman tentang AI, tetapi hal ini tidak serta-merta menghilangkan peran manusia sepenuhnya. Sebaliknya, AI menciptakan peluang baru bagi mereka yang mampu beradaptasi.

"Jika kita tidak membawa teknologi digital ke dunia karena keterbatasan dana, maka kita akan menggantikan teknologi digital dengan sesuatu yang lain. Banyak pekerjaan akan tergantikan, terutama dalam bidang kecerdasan buatan," ujar Xiadong dalam Indonesia Economic Summit 2025 di Jakarta, Rabu (19/2/2025).

"Teknologi baru, khususnya kecerdasan buatan, akan menggantikan hasil kerja manusia yang tidak memiliki pemahaman tentang AI. Namun, teknologi ini tidak akan menggantikan manusia sepenuhnya. Orang harus belajar bagaimana menggunakan teknologi dan memanfaatkan peluang pekerjaan baru, seperti menjadi pemandu," jelasnya.

Lee memberikan contoh bagaimana inovasi di masa lalu telah menciptakan pekerjaan baru.

Ia memberi contoh di beberapa blog sebelumnya. Ada,  ChatGPT, teknologi chatbot terbaru yang dikembangkan oleh OpenAI .

Ternyata, menurut para pendiri Google, chatbot ini bisa mengancam keuntungan Google hingga senilai 149 miliar dolar. Wowwww?

Mengapa ChatGPT Menjadi Ancaman? ChatGPT, sebagai produk dari OpenAI, adalah salah satu contoh paling canggih dari kecerdasan buatan (AI) dalam bidang pemrosesan bahasa alami (NLP).

Teknologi ini mampu memahami dan merespons teks dengan cara yang sangat mirip dengan manusia. Kemampuannya untuk menghasilkan teks yang koheren dan relevan berdasarkan input yang diterimanya. Ini membuat ChatGPT menjadi alat yang sangat berguna dalam berbagai aplikasi, mulai dari layanan pelanggan hingga penulisan konten.

Tampaknya ancaman untuk Google, sebagai salah satu raksasa teknologi terbesar di dunia, memiliki model bisnis yang sangat bergantung pada iklan pencarian.

Dari beberapa sumber, ada beberapa alasan mengapa ChatGPT dan teknologi serupa dapat mengancam model bisnis Google ?

Ya pencarian yang Lebih Efisien: ChatGPT dapat menyediakan jawaban langsung dan relevan tanpa pengguna harus menelusuri banyak halaman web. Ini bisa mengurangi jumlah pencarian yang dilakukan di Google, yang pada gilirannya akan mengurangi tampilan iklan dan pendapatan dari iklan tersebut.

Selain interaksinya yang lebih manusiawi. Artinya, pengguna mungkin lebih memilih berinteraksi dengan chatbot yang dapat memberikan respons yang personal dan kontekstual daripada menggunakan mesin pencari tradisional. Ini bisa mengurangi ketergantungan pada Google untuk mendapatkan informasi.

Kemudian aplikasi yang Luas: Teknologi AI seperti ChatGPT dapat diintegrasikan ke dalam berbagai platform dan layanan, mulai dari e-commerce hingga layanan pelanggan. Ini bisa mengurangi pangsa pasar Google di berbagai sektor, karena perusahaan lain dapat menawarkan pengalaman yang lebih baik kepada pengguna mereka.

Jika teknologi AI terus berkembang dengan cepat, Google harus berinvestasi besar-besaran untuk tetap berada di garis depan inovasi. Ini bisa menjadi tantangan besar, terutama jika perusahaan seperti OpenAI terus memimpin dalam pengembangan AI canggih.

Jadi secara konseptual, meskipun Google adalah perusahaan yang sangat kuat dan inovatif, ancaman dari teknologi baru seperti ChatGPT tidak bisa diabaikan. Perusahaan harus terus beradaptasi dan berinovasi untuk tetap relevan dan menjaga pangsa pasar mereka. Di sisi lain, perkembangan teknologi AI membuka banyak peluang baru bagi perusahaan lain untuk bersaing dan menawarkan solusi yang lebih baik kepada pengguna.

Dengan terus memantau perkembangan teknologi dan beradaptasi dengan cepat, baik Google maupun perusahaan teknologi lainnya dapat tetap berada di garis depan inovasi dan memanfaatkan peluang baru yang muncul di era kecerdasan buatan ini.

Perkembangan teknologi yang kian maju salah satunya dibuktikan dari semakin meluasnya penggunaan AI atau Artificial Intelligence dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini, kecerdasan buatan digunakan manusia sehari-hari cukup banyaknya. Dan terkadang orang pun tak sadar akan hal tersebut. AI ini telah menyebar ke berbagai bidang mulai dari otomotif, bisnis, hiburan, pendidikan dan kesehatan.

Tampaknya, saya ikuti, kecerdasan buatan dari waktu ke waktu terus mendapat perhatian dunia. Dalam praktiknya, kecerdasan buatan dibedakan menjadi dua, yakni AI lemah dan AI kuat. AI lemah atau weak AI. Ini dirancang guna melakukan tugas tertentu sesuai dengan yang diprogramkan. Sedang AI kuat atau Strong AI dirancang dengan sistem yang sifatnya kognitif layaknya manusia.

Artinya, strong AI mampu menciptakan sebuah solusi dari sebuah masalah tanpa peran dari manusia. Dalam artian lain, Strong AI belajar layaknya manusia. Jadi, semakin banyak hal yang mereka dapat, maka semakin pintarlah mereka. Untuk tujuan dari keduanya tentu saja sama, yakni agar memudahkan dan mengefisienkan pekerjaan manusia.

Apakah Anda pernah mendengar nama “asisten virtual”? Mungkin yang pertama kali dibayangkan adalah robot mekanik yang mampu bergerak dan berpikir layaknya manusia. Namun, nyatanya asisten virtual ini merupakan “robot” yang banyak ditemukan dalam perangkat lunak atau fitur dalam gadget.

Apakah Anda pernah tiba-tiba diingatkan oleh Google Maps untuk berangkat ke kantor pada jam 9 pagi? Atau mungkin Google Maps bisa tahu di mana rumah Anda meski Anda tak pernah memasukkan data alamat rumah atau kantor.

Nah, hal ini disebut sebagai salah satu keahlian dari asisten virtual. Jadi, kecerdasan buatan yang disematkan dalam asisten virtual ini akan mempelajari rutinitas harian kita, sehingga dia akan mencoba untuk memberi sugesti terkait dengan aktivitas yang biasa dilakukan.

Misalnya saja ketika kita mengajukan sebuah pertanyaan, “Apakah hari ini saya ada jadwal?”. Asisten virtual akan langsung menjawab lewat pesan suara real time selayaknya Anda memiliki asisten pribadi. Intinya, teknologi ini mampu mendeteksi suara Anda dan langsung mengumpulkan informasi dari apa saja yang terekam dalam gawai Anda, lantas mengungkapkannya lewat pesan suara kembali.

Contoh asisten virtual adalah Siri (iPhone), Bixby (Samsung), dan OK Google (untuk ponsel Google). Luar biasa! ([email protected])

Berita Terbaru

Satlantas Polres Madiun Perketat Patroli di Jalur Rawan Macet dan Kecelakaan

Satlantas Polres Madiun Perketat Patroli di Jalur Rawan Macet dan Kecelakaan

Sabtu, 10 Jan 2026 18:01 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 18:01 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Madiun memperketat pengawasan lalu lintas dengan menggelar patroli strong point di sejumlah jalur …

HUT ke-53 PDI Perjuangan, Deni Wicaksono Tegaskan Satyam Eva Jayate Jadi Jangkar Kebenaran Partai

HUT ke-53 PDI Perjuangan, Deni Wicaksono Tegaskan Satyam Eva Jayate Jadi Jangkar Kebenaran Partai

Sabtu, 10 Jan 2026 11:46 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan menjadi momentum konsolidasi ideologis dan penguatan kerja kerakyatan di tengah…

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Tri turut ambil bagian dalam ajang Liga Tendang Bola (LTB) 2026, sebuah l…

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Peristiwa Pemilihan Lokasi Dapur SPPG di Samping Peternakan Babi di Sragen, Resahkan Masyarakat      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Lagi, Wakil Ketua Komisi IX …

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan adanya penghematan signifikan dalam anggaran penyelenggaraan ibadah haji 2026.…

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, resmi ditetapkan sebagai tersangka. Dia diduga terlibat kasus dugaan korupsi…