SURABAYAPAGI.com, Jombang - Sebagai upaya pengelolaan sampah berkelanjutan dan penyediaan energi alternatif, Pemerintah Kabupaten (Pemkab Jombang melalui Dinas Lingkungan Hidup meluncurkan program Refuse Derived Fuel (RDF) “Seger” di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banjardowo.
Bupati Jombang, Warsubi mengatakan Peluncuran program ini merupakan salah satu program unggulan dalam 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Jombang. Dimana RDF Seger merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang dan Perumda Aneka Usaha Seger selaku operator.
Inovasi ini bertujuan mengurangi timbunan sampah di TPA dengan mengolah sampah padat anorganik yang tidak memiliki nilai ekonomis menjadi bahan bakar alternatif.
“Produk RDF ini dapat dimanfaatkan oleh industri, termasuk PT Semen Indonesia, sebagai substitusi sebagian bahan bakar fosil dalam proses produksi,” ujar Bupati Jombang, Warsubi, Selasa (20/05/2025).
Lanjutnya, inovasi teknologi RDF tidak hanya menjadi solusi terhadap permasalahan pengelolaan sampah, tetapi juga mendukung transisi energi bersih dan menghasilkan potensi pendapatan daerah.
“Pemanfaatan RDF ini juga sejalan dengan strategi perusahaan dalam perlindungan lingkungan dan pengurangan emisi karbon dioksida,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan demonstrasi proses pengolahan sampah menjadi RDF. Sebagai tahap awal implementasi, dilakukan uji coba pengiriman 2,2 ton RDF ke PT Semen Indonesia di Tuban, yang secara simbolis dilepas oleh Bupati.
Selain meluncurkan RDF Seger, Bupati juga meninjau fasilitas komposting dan budidaya maggot BSF yang dikelola bersama PT Phalosari di Composting Plant Banjardowo.
Oleh karenanya, adanya program RDF Seger diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam pengurangan volume sampah, penyediaan energi alternatif, serta berkontribusi terhadap perlindungan lingkungan dan peningkatan ekonomi daerah. jb-01/dsy
Editor : Desy Ayu