SURABAYA PAGI.com, Sidoarjo,- Pemerintah Desa Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo, resmi membentuk Koperasi Merah Putih melalui gelaran Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang dihadiri puluhan warga.
Antusiasme masyarakat tampak tinggi saat pembentukan pengurus dan pengawas koperasi yang nantinya akan fokus mengelola usaha strategis seperti gas elpiji, pupuk, dan pembelian hasil pertanian.
Kepala Desa Bogempinggir, Haji Sutikno, menjelaskan bahwa koperasi ini merupakan bagian dari program nasional sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, dengan tujuan memperkuat ekonomi desa berbasis kebutuhan lokal.
"Dari hasil musyawarah, sudah ditetapkan susunan pengurus mulai Ketua, Sekretaris, Bendahara hingga pengawas," ujarnya, Selasa (20/5/2025).
Sektor usaha yang akan dikelola oleh Koperasi Merah Putih Begempinggir adalah penyediaan gas elpiji, pupuk, serta pembelian hasil panen lokal.
Ketiganya dipilih berdasarkan potensi utama di wilayah Bogempimggir yang meliputi tanaman padi, jagung, dan palawija.
Hasil pertanian yang menjanjikan diyakini bisa menjadi pendorong ekonomi masyarakat jika dikelola secara kolektif lewat koperasi.
"Tanaman yang kami kelola sesuai dengan karakteristik geografis Bogempinggir dan bisa menopang kesejahteraan petani," ucapnya.
Haji Sutikno menegaskan koperasi ini tidak akan bersinggungan langsung dengan unit usaha BUMDes.
Sebab, keduanya memiliki ranah pengelolaan berbeda. Koperasi Merah Putih akan lebih fokus ke sektor kesejahteraan masyarakat, sedangkan BUMDes diarahkan untuk menopang Pendapatan Asli Desa (PADes).
"BUMDes untuk peningkatan PADes dan pengembangan desa, sedangkan koperasi untuk pemenuhan kebutuhan warga dan ekonomi anggota," terangnya.
Setelah pembentukan pengurus, pemerintah desa mendorong koperasi segera dibentuk secara hukum melalui notaris.
Dukungan regulasi pun disebut sudah sangat kuat, mulai dari SE Menteri Koperasi No. 1/2025 hingga SK Menteri Koperasi No. 9/2025 yang menjadi payung hukum pendirian koperasi di seluruh desa dan kelurahan.
"Bidang usaha koperasi ini fleksibel, bisa mencakup sembako, klinik, hingga logistik, semua sesuai KBLI 2025," pungkasnya. (jum)
Editor : Redaksi