SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan mobil listrik China, BYD baru-baru ini mengejutkan dunia otomotif. Pasalnya, untuk pertama kalinya berhasil melampaui penjualan kendaraan listrik murni (BEV) Tesla di Pasar Eropa, Minggu (25/05/2025).
Kabar ini menjadi tonggak penting, mengingat dominasi Tesla di pasar BEV Eropa selama bertahun-tahun. Diketahui, BYD mencatatkan 7.231 unit BEV terjual di Eropa pada bulan April, unggul tipis dari Tesla yang membukukan 7.165 unit.
Lonjakan penjualan BEV di Eropa secara keseluruhan mencapai 28 persen pada bulan April dibandingkan tahun sebelumnya, dan merek-merek mobil Tiongkok menjadi pendorong utama pertumbuhan ini.
Menariknya, meskipun Uni Eropa memberlakukan tarif untuk kendaraan listrik buatan Tiongkok, pendaftaran mobil-mobil tersebut justru melonjak 59 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, pertumbuhan gabungan dari produsen mobil Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat tercatat sebesar 26 persen.
Sedangkan terkait kinerja kurang memuaskan Tesla di Eropa diduga kuat dipengaruhi penurunan pengiriman tahunan pertamanya pada tahun lalu, dan para analis memperkirakan penurunan lebih lanjut tahun ini setelah penurunan 13 persen pada kuartal pertama.
Meskipun Musk mengklaim bahwa penjualan Tesla telah berbalik naik dan permintaan kuat di wilayah selain Eropa, data penjualan di Eropa berkata lain. Pandangan politik Elon Musk juga disinyalir turut berkontribusi pada penurunan permintaan, memicu gelombang protes terhadap Tesla di Amerika Serikat dan Eropa, yang berujung pada penurunan penjualan.
Selain itu, penghentian produksi untuk penataan ulang pabrik demi memproduksi crossover Model Y yang didesain ulang secara global juga menyebabkan penurunan manufaktur dan penjualan pada kuartal pertama. jk-02/dsy
Editor : Desy Ayu