SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saya menilai ketegangan antara Gibran dan Megawati sudah mulai mencair.
Ini menunjukkan residu Pilpres 2024 yang lalu perlahan sudah mulai menghilang, artinya konfrontasi konflik politik dan ketegangan politik secara perlahan sudah mulai berangsur hilang.
Apalagi diinfokan olegSekjen Gerindra Ahmad Muzani bahwa Gibran sempat bercanda dengan Megawati. Menurut saya, tak mungkin ada gesture bercanda antara Megawati dan Gibran bila keduanya masih terlibat konfrontasi politik.
Saya anggap pertemuan antara Gibran dan Megawati ini tidak mengubah apapun, dalam konteks PDIP memaafkan Gibran dan keluarganya.
Saya menganggap sulit rasanya bagi PDIP memaafkan perbuatan Gibran dan keluarganya di masa lampau, terutama saat Pilpres 2024 yang memilih bergabung dengan menjadi calon Wakil Presiden dari Prabowo Subianto ketimbang mendukung Ganjar Pranowo yang diusung PDIP.
Bahwa ada bercanda, ada gestur obrolan, antara Mega dan Gibran itu satu hal, tapi bukan berarti pintu maaf, kemudian kemungkinan soal akan membuka pintu selebar-lebarnya Gibran kembali ke PDIP itu sepertinya sulit dan tidak mungkin.
Sampai saat ini, publik menurut saya, masih melihat betapa PDIP terlihat marah dan sebal. Dan sepertinya sampai kiamat masih sulit membukakan pintu maaf untuk kembali ke PDIP untuk Gibran dan keluarga besarnya.
Saya baca di medsos, Gibran dan Megawati berjumpa saat menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta, Senin (2/6/2025). Sekjen Partai Gerindra Muzani malah mengatakan suasana pertemuan Gibran dan Megawati berlangsung cair. Saya tak tahu seberapa cair pertemuan setelah itu. n rmc
Editor : Moch Ilham