SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Capaian kemajuan strategis yang diraih Jawa Timur selama dipimpin Khofifah Indar Parawansa menjadi bukti hasil kerja nyata dan konsistensi kepemimpinan. Penguatan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, dan pengentasan kemiskinan ekstrem jadi indikator keberhasilan.
Pengamat Ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Malang, Yunan Syaifullah, mengatakan periode kedua kepemimpinan Khofifah menunjukkan ketangguhan dalam menghadapi tekanan di tengah krisis global. Arah kebijakan Khofifah yang terstruktur dan responsif telah membawa perubahan signifikan bagi warga Jatim.
“Fase kedua Bu Khofifah sebagai Gubernur Jawa Timur adalah bukti nyata bahwa konsistensi, kerja keras, dan dedikasi mampu melewati berbagai tantangan, termasuk tekanan dan gangguan eksternal yang tak sedikit,” ujar Yunan.
Selama dua periode, dia menambahkan, Khofifah berhasil mendorong pemerataan pembangunan di kawasan selatan dan tapal kuda. Selain itu juga memperkuat program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan perempuan, serta memperluas akses pendidikan dan kesehatan.
Menurut Yunan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari gaya kepemimpinan yang partisipatif dan kolaboratif. Khofifah disebut mampu merangkul banyak pihak dalam menyusun kebijakan strategis yang berpihak pada rakyat.
Dia menyebut konsistensi kebijakan serta ketepatan pengambilan keputusan menjadikan Jatim sebagai salah satu provinsi dengan kontribusi ekonomi terbesar di Indonesia. Capaian ini diyakini akan menjadi warisan penting bagi generasi mendatang dan tonggak baru pembangunan daerah.
Karenanya dia menilai Khofifah bukan hanya mencetak sejarah sebagai gubernur perempuan pertama di Jawa Timur, tetapi juga sebagai pemimpin dengan kinerja progresif. Kepemimpinannya dianggap mencerminkan kombinasi antara integritas, inovasi, dan kepekaan sosial.
“Sejarah tidak hanya mencatat beliau sebagai satu-satunya gubernur perempuan di Jawa Timur, tapi juga sebagai pemimpin yang menorehkan kinerja dan prestasi luar biasa,” ucapnya.
Tercatat selama Khofifah pimpin Jatim, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim melonjak naik. Data BPS menyebut periode Desember 2024 mencapai 75,35 atau meningkat 0,938 persen poin dibandingkan tahun 2023 sebesar 74,65.
Sementara pertumbuhan ekonomi Jatim melesat menyentuh angka 5 persen. Angka ini tercatat lebih unggul dari nasional sebesar 4,87 persen lalu unggul juga Provinsi Jabar 4,98 persen, Jateng 4,96 persen dan juga DKI Jakarta 4,95 persen.
Sedang untuk pembangunan infrastruktur pada periode kedua ini, Khofifah mengakselerasi pembangunan Rumah Sakit Mohammad Noer dan Rumah Sakit Paru di Jember. Hingga meresmikan pembukaan Koridor VI Trans Jatim di Mojokerto. Hk
Editor : Redaksi