SurabayaPagi, Surabaya - Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendorong adanya perluasan bandara internasional Juanda, jika ingin Surabaya menjadi lokasi MICE (Meetings, Incentives, Converences and Exhibitions) berskala global.
Menurut BHS, Surabaya layak menjadi MICE berskala internasional dibandingkan Jakarta dan Bali, karena kota Pahlawan juga mempunyai infrastruktur yang mendukung hal tersebut, mulai hotel berbintang, kebudayaan dan kesenian hingga kuliner lokal yang bisa menjadi daya jual tersendiri.
Namun kapasitas pesawat komersil internasional masih belum terakomodir dengan baik oleh bandara Juanda.
"Cuman kalau diperbanyak jumlah pesawatnya, pelabuhan udaranya masih kecil banget. Itu kalau 2 pesawat (internasional) masuk itu sudah penuh," ucapnya setelah giat Bimtek Pengembangan Wisata Lokal dalam Mewujudkan Destinasi MICE di Kota Surabaya. Rabu (18/6/2025).
BHS pun berharap bandara internasional Juanda tak hanya diperluas, namun segala kelengkapannya pun juga harus diperbaiki dan dilengkapi agar mampu memberikan pelayanan terbaik.
"Itu harus diperkuat lagi untuk internasionalnya," tegasnya.
Surabaya yang menjadi kota penghubung baik dalam negeri maupun mancanegara yang dilengkapi sarana transportasi publik yang terintegrasi, menjadi dasar kota Pahlawan harus bisa menjadi penyelenggara MICE dengan baik. BHS pun mendorong tempat pertunjukan kebudayaan tradisional seperti THR (Taman Hiburan Rakyat) harus dihidupkan lagi.
"Kebudayaan-kebudayaan dan semuanya ini yang ada di Surabaya dihidupkan lagi," tegas politisi dari partai Gerindra tersebut.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Fasilitasi dan Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran Kementerian Pariwisata RI Ariyanti Prima Restu mengatakan, bahwa pihaknya sangat mendukung dihidupkannya lagi kesenian dan kebudayaan asli Surabaya seperti ludruk, Srimulat maupun tarian tradisionalnya untuk mendukung kegiatan MICE skala nasional hingga internasional.
"Budaya lokal itu memang harus dilestarikan karena memang itu merupakan keunikan yang mungkin tidak didapatkan di daerah lain yang bisa menjadi branding," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kota Surabaya Hidayat Syah sangat mendukung usulan THR dihidupkan lagi dan dikembangkan lagi untuk menampilkan kesenian dan kebudayaan tradisional.
"Nanti THR mall itu akan dikembangkan lagi tahun ini, mungkin akhir tahun sudah selesai," ujarnya.
THR nantinya akan dilengkapi dengan dua lokasi teater terbuka dan tertutup, bahkan Tugu Pahlawan juga akan menjadi tempat pertunjukan kesenian dan kebudayaan asli Surabaya.
"Nantinya pagelaran ada tarian nanti kita combine semuanya, kita kemas supaya lebih menarik untuk ditonton," pungkasnya. Byb
Editor : Redaksi