SURABAYAPAGI.com, Tuban - Para petani di Kabupaten Tuban meringis lantaran gagal bercocok tanam dan terancam gagal panen. Hal itu karena sebanyak ribuan hektare lahan pertanian di di Kecamatan Widang dan Plumpang terendam banjir akibat luapan Sungai Avur, Jumat (20/06/2025).
Banjir tersebut tidak lepas dari mangkraknya proyek pembangunan Waduk Jabung Ring Dike. Waduk yang semestinya menjadi solusi pengendalian air, justru terbengkalai dan diduga mengalami penyalahgunaan fungsi.
Air dari hulu Sungai Avur tidak bisa tertampung dan akhirnya meluap ke area persawahan warga. Warga pun mendesak adanya normalisasi waduk yang diduga disalahgunakan fungsinya sehingga menyebabkan air tak tertampung dan menggenangi sawah mereka.
Untuk mencegah banjir semakin meluas, para petani akhirnya sepakat melakukan pelebaran pintu waduk menggunakan alat berat agar aliran Sungai Avur bisa
kembali masuk ke waduk sesuai dengan fungsinya.
Sementara itu, diketahui di Desa Banjar, Kecamatan Widang, ada sekitar 120 hektare lahan tendang banjir. Sementara di Desa Widang 80 hektare sawah terdampak.
Sedangkan di Desa Bunut adalah salah satu wilayah terparah dengan hampir 90% lahan pertaniannya terendam. Sedangkan di Kecamatan Plumpang, luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 7.000 hektare.
Para petani berharap pembuatan sodetan yang mereka lakukan ini dapat mempercepat surutnya banjir, sehingga lahan pertanian bisa kembali digunakan seperti sedia kala. tb-01/dsy
Editor : Desy Ayu