Mengenal Tradisi Ngitung Batih, Ritual Unik Jelang 1 Suro di Trenggalek

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tradisi Ngitung Batih di Trenggalek, Jawa Timur. SP/ TRG
Tradisi Ngitung Batih di Trenggalek, Jawa Timur. SP/ TRG

i

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Warga Trenggalek ternyata memiliki tradisi unik yang masih dijaga hingga saat ini, menjelang tahun baru Islam, 1 Suro. Tradisi tersebut dinamai Ngitung Batih yang digelar oleh masyarakat sekitar Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek merupakan sebuah tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun silam.

Menariknya, upacara adat Ngitung Batih telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI. Dan menjadi ritual sakral khususnya oleh masyarakat dari Kecamatan Dongko.

Secara istilah "Ngitung" memiliki arti berhitung, sedangkan "batih" artinya anggota keluarga. Secara sederhana, dapat disimpulkan Ngitung Batih artinya menghitung jumlah anggota keluarga per rumah, Senin (23/06/2025).

Hal ini tidak terlepas dari prosesi ubarampe takir plonthang, di mana jumlah anggota keluarga tersebut yang akan menjadi penentu jumlah takir plonthang yang harus dibawa per rumah. Takir plonthang sendiri merupakan wadah yang terbuat dari daun pisang berbentuk cekung, kemudian diikat dengan daun kelapa, dan umumnya akan diisi dengan berbagai aneka sesaji yang telah disediakan.

Upacara adat Ngitung Batih merupakan bentuk simbolisasi permohonan agar warga desa senantiasa diberkahi dengan kemakmuran, kesejahteraan, dan keselamatan.

Selain itu, upacara adat Ngitung Batih, setidaknya terdapat 19 macam ubarampe ambengan yang digunakan. Masing-masing ubarampe memiliki makna simbolis yang mendalam. 

Adapun ubarampe yang digunakan di antaranya adalah takir plonthang, panjang ilang, buceng jejeg, buceng tulak, mulemetri, jenang sengkala, jenangwaras, jenanglemu, jenangmanca warna, jenang baru-baru, katul jenang juruh santan, ingkung, rasul, kupat dankeleman, gedhang setangkep, cok bakal, nyambungtuwuh nyiram tuwuh, nylametne, botok. tr-01/dsy

Berita Terbaru

Haier dan AQUA Bidik Pasar Jawa Timur, Perdana Tampil di PRJ Surabaya 2026

Haier dan AQUA Bidik Pasar Jawa Timur, Perdana Tampil di PRJ Surabaya 2026

Kamis, 08 Okt 2026 19:28 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 19:28 WIB

SURABAYAPAGI, Surabaya- Pasar elektronik rumah tangga di Jawa Timur menjadi salah satu sasaran penguatan bisnis Haier dan AQUA. Untuk mendekatkan diri dengan…

Penggeledahan Beruntun KPK di Madiun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Disasar

Penggeledahan Beruntun KPK di Madiun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Disasar

Kamis, 08 Okt 2026 18:13 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 18:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Kamis (8/10/2026). Kali i…

Pemkab Lumajang Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Perbaiki Ruas Jalan Rowokangkung-Kalipepe

Pemkab Lumajang Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Perbaiki Ruas Jalan Rowokangkung-Kalipepe

Kamis, 08 Okt 2026 15:30 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 15:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dalam rangka perbaikan ruas jalan Rowokangkung-Kalipepe sepanjang kurang lebih 6 kilometer, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang…

Rampung Dibangun, Operasional 252 KDKMP Ponorogo Masih Tunggu Verifikasi Lapangan

Rampung Dibangun, Operasional 252 KDKMP Ponorogo Masih Tunggu Verifikasi Lapangan

Kamis, 08 Okt 2026 15:15 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 15:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Meski sebanyak 252 dari 307 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Ponorogo, telah rampung dibangun, namun untuk…

Beri Kepastian Hukum, Pemkab Banyuwangi Tetapkan Perda Perlindungan Pekerja Migran

Beri Kepastian Hukum, Pemkab Banyuwangi Tetapkan Perda Perlindungan Pekerja Migran

Kamis, 08 Okt 2026 15:05 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Guna menjamin perlindungan hukum, ekonomi, dan sosial bagi pekerja migran serta keluarganya, DPRD dan Pemerintah Kabupaten…

Kekeringan hingga Krisis Air Bersih, Warga di Jombang Rela Ambil Air Irigasi

Kekeringan hingga Krisis Air Bersih, Warga di Jombang Rela Ambil Air Irigasi

Kamis, 08 Okt 2026 14:58 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Melihat fenomena kekeringan di musim kemarau mengakibatkan pasokan air menipis bahkan hingga krisis air bersih, salah satunya yang…