Wali Kota Surabaya Sweeping Jam Malam Anak di Bawah Umur

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengalami momen menarik saat memimpin kegiatan sweeping jam malam bagi anak-anak di bawah usia 18 tahun, pada Kamis (3/7) malam. Momen tersebut terjadi ketika rombongan berhenti di kawasan Taman Wisata Nambangan, Surabaya.

Awalnya, Wali Kota Eri bersama rombongan menyusuri jalan Wonokusumo Surabaya dan melintas di bawah Jembatan Suramadu. Rombongan kemudian mengarah menuju Jalan Kedung Cowek dan mendapati sekelompok pedagang kopi yang berjualan menggunakan sepeda motor di depan Taman Wisata Nambangan.

Di lokasi itu, Wali Kota Eri melihat ada enam anak muda tengah asyik duduk berkumpul meski waktu telah menunjukkan pukul 23.30 WIB. Sebagian dari remaja yang ditemui masih berstatus pelajar, sementara satu di antaranya telah bekerja.

Kepada para remaja tersebut, Wali Kota Eri langsung menanyakan identitas diri dan asal daerah masing-masing. "Awakmu bawa KTP ndak (kamu bawa KTP tidak). Umur berapa? Awakmu arek endi? (Kamu anak mana). Jalan Tambak Wedi sebelah endi? (Jalan Tambak Wedi sebelah mana). Umur 18 kok dorong gawe KTP? (Umur 18 kok belum buat KTP). Kok gak ngurus dewe, di Balai RW onok (Kok tidak mengurus sendiri, di Balai RW ada)," kata Wali Kota Eri kepada salah satu remaja.

Dalam dialog itu, Wali Kota Eri juga menanyakan apakah para remaja tersebut telah mendapatkan izin dari orang tua untuk keluar malam. Ia bahkan menawarkan untuk mengantar mereka pulang ke rumah masing-masing.

"Ayo tak terno nang omahmu, wes pamit dorong ambek ibumu (Ayo saya antarkan ke rumahmu, sudah pamit belum kepada ibu). Nggowo telepon gak? (Bawa telepon tidak). Ayo telepon ibumu, aku tak ngomong karo ibumu (ayo telepon ibumu, saya tak bicara dengan ibumu)," ujarnya.

Para remaja itu kemudian secara bergantian menelepon orang tua mereka. Lalu, Wali Kota Eri berbicara langsung dengan ibu salah satu remaja itu melalui sambungan video call.

"Bu, kulo ningali putrane njenengan kok cangkruk nang pinggir embong (Bu, saya lihat putra anda nongkrong di pinggir jalan), wes pamit nopo dereng? (sudah pamit belum). Umur 18 kok dereng nggada KTP? (umur 18 kok belum punya KTP). Ya mbenjeng langsung damel KTP nggih (Ya, besok langsung bikin KTP ya). Pokoke sampun pamit, yang hati-hati (Pokoknya sudah pamit main, yang hati-hati)," tuturnya.

Usai menelepon ibu dari salah satu remaja, Wali Kota Eri kemudian video call dengan  ayah dari salah satu rekan anak tersebut. Ia kembali menanyakan apakah anak itu telah izin keluar malam.

"Pak, putrane njenengan sampun pamit nopo dereng? (Pak, putra anda sudah pamit atau belum), Pamit. Soale ten pinggir embong niki ngopi (soalnya di pinggir jalan ini ngopi). Yawes maturnuwun, titip putrane nggih (Yasudah kalau pamit, terima kasih, titip putranya ya)," ujar Wali Kota Eri dalam sambungan video call tersebut.

Usai berinteraksi dengan para orang tua, Wali Kota Eri menitipkan pesan kepada para remaja agar tidak lagi pulang larut malam. Ia juga berpesan kepada pedagang kopi untuk turut serta menjaga lingkungan dengan menegur anak-anak yang masih nongkrong pada malam hari. Ia kemudian membayar semua minuman yang dikonsumsi oleh enam remaja tersebut.

"Wes bayar durung iki? (Sudah bayar belum kopinya). Tak bayari kabeh (Saya bayari semua). Tapi sampean delok, lek onok arek maneh, takokono, lek gak duwe KTP umure cilik, kongkon mulih jam 10 ya (Tapi kalau ada anak lagi, anda tanyakan, kalau masih di bawah umur, belum memiliki KTP, diminta pulang pukul 22.00 WIB ya)," pesannya kepada para pedagang.

Sebelumnya, hal serupa juga dilakukan Wali Kota Eri saat rombongan melintasi kawasan Jalan Wonosari Surabaya. Ia menitipkan pesan kepada sejumlah pemilik warung kopi agar meminta anak-anak di bawah umur atau yang masih bersekolah untuk pulang sebelum pukul 22.00 WIB.

Sebagai informasi, sweeping jam malam ini merupakan bagian dari implementasi Surat Edaran (SE) Wali Kota Surabaya Nomor 400.2.4/ 12681/ 436.7.8/2025 tentang pembatasan jam malam anak. Kegiatan tersebut diawali dengan apel gabungan bersama jajaran Perangkat Daerah (PD) Pemkot Surabaya, TNI, dan Polri di halaman Balai Kota Surabaya.

"Pembatasan jam malam ini bukan untuk mengekang anak-anak kita, bukan menghilangkan hak asasi mereka. Setiap perbuatan yang positif, maka orang tua wajib mendukung. Tapi ketika kegiatan itu negatif, maka orang tua wajib mencegah,” ujar Wali Kota Eri. Alq

Berita Terbaru

Siap Dibangun, Lahan Sekolah Rakyat Tahap III Magetan Masih Ditanami Tebu

Siap Dibangun, Lahan Sekolah Rakyat Tahap III Magetan Masih Ditanami Tebu

Rabu, 05 Agu 2026 14:37 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 14:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menindaklanjuti pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap III di Magetan yang didanai APBN, saat ini terkait kesiapan lahan sekolah…

Kaji Perampingan OPD, Pemkab Magetan Berlakukan Batas Belanja Pegawai 30 Persen

Kaji Perampingan OPD, Pemkab Magetan Berlakukan Batas Belanja Pegawai 30 Persen

Rabu, 05 Agu 2026 14:34 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 14:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Pemerintah Kabupaten Magetan mulai menyusun strategi menghadapi pemberlakuan ketentuan batas maksimal belanja pegawai sebesar 30…

Tertekan Musim Giling 2026, Petani Tebu di Magetan Keluhkan Lonjakan Biaya Produksi

Tertekan Musim Giling 2026, Petani Tebu di Magetan Keluhkan Lonjakan Biaya Produksi

Rabu, 05 Agu 2026 13:56 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Memasuki musim giling tahun ini, sejumlah petani tebu di wilayah kerja Pabrik Gula (PG) Poerwodadie, Kabupaten Magetan mengeluhkan…

Dinas Perikanan Banyuwangi Dorong Masyarakat Konsumsi Udang Jadi Makanan Harian

Dinas Perikanan Banyuwangi Dorong Masyarakat Konsumsi Udang Jadi Makanan Harian

Rabu, 05 Agu 2026 13:46 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 13:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Perikanan mulai menyusun strategi besar untuk mengubah persepsi…

Diduga Kecerobohan Pemilik Rumah, Kerugian Kebakaran di Blitar Ditaksir Capai Ratusan Juta

Diduga Kecerobohan Pemilik Rumah, Kerugian Kebakaran di Blitar Ditaksir Capai Ratusan Juta

Rabu, 05 Agu 2026 13:38 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 13:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Lagi lagi musibah kebakaran rumah melanda di wilayah Kab.Blitar, kali ini sebuah rumah milik Sukatin 73 warga dusun Sembung, RT …

Perkuat Ketahanan Pangan, BUMDes Kedungsugo Budidaya Melon Hidroponik

Perkuat Ketahanan Pangan, BUMDes Kedungsugo Budidaya Melon Hidroponik

Rabu, 05 Agu 2026 13:34 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 13:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Desa Kedungsugo, Kecamatan Prambon, Sidoarjo mulai menerapkan strategi baru dalam memperkuat ketahanan pangan desa. Pemerintah…