Kepala Bappenas: Tantangan Program MBG, Kini Rantai Pasok

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, memperkirakan cakupan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan melonjak signifikan dari yang per 22 Juni baru mencapai 5,2 juta menjadi 20 juta pada Agustus 2025.

Hal ini seiring rampungnya pelatihan petugas dan kesiapan fasilitas dapur. Rachmat mengatakan lonjakan tersebut bisa membuat jumlah penerima manfaat naik drastis.

"Nah, menurut catatan yang saya dapat, bahwa bulan Agustus itu akan bisa melompat sampai 20 juta," kata Rachmat dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (3/7).

Ia menjelaskan proyeksi itu didasarkan pada kemajuan pelatihan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan kesiapan infrastruktur pendukung.

Saat ini, program MBG masih dalam tahap penyerapan anggaran awal. Dari alokasi sekitar Rp71 triliun, baru sekitar Rp5 triliun yang dibelanjakan. Rachmat menyebut pelatihan petugas dan kesiapan dapur menjadi faktor kunci dalam percepatan realisasi belanja.

"Karena dapurnya sudah ada, yang dilatih sekarang baru selesai nanti pada saat menjelang bulan Agustus. Nah, ini antara dapur, belanja, dengan petugas kan harus sejalan," ujarnya.

Ia memaparkan pada Juli ini, target awal sebesar 1.994 SPPG telah dicapai. Pemerintah menargetkan jumlah itu meningkat menjadi 8.000 SPPG hingga akhir Agustus. Jika target pelatihan tercapai, maka diperkirakan 8.000 SPPG tersebut dapat melayani hingga 24 juta penerima manfaat.

Rachmat menambahkan proyeksi kenaikan juga akan berlanjut pada bulan-bulan berikutnya.

"September melompat lagi 14 ribu SPPG. Kemudian Oktober, 21 ribu SPPG bisa terlatih dan bisa dilatih dengan baik," kata dia.

Dengan asumsi tersebut, program ini diperkirakan bisa menjangkau 42 juta penerima manfaat pada akhir Oktober 2025.

Namun demikian, ia mengingatkan tantangan besar yang masih harus dihadapi ke depan adalah soal rantai pasok.

"Rantai pasok ini bisa terjadi di lingkungan dapur-dapur di mana SPPG sudah ada, penerima manfaat sudah ada. Belum tentu rantai pasoknya ini bisa tercukupi dalam waktu secepat-cepatnya," katanya.

Ia menyebut tantangan logistik dan pengadaan alat makan seperti ompreng juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan di lapangan.

Sebagai perbandingan, Rachmat menyebut negara seperti Brazil memerlukan waktu 11 tahun untuk mengimplementasikan program serupa hingga menjangkau 20 juta orang.

"Kita menargetkan satu tahun, tapi ada tanda-tanda kita berhasil. Ya mari kita lihat sama-sama," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat jumlah penerima MBG telah mencapai 5,2 juta orang per 22 Juni 2025 sejak diluncurkan pada 6 Januari lalu.

 

Penerima Hingga Pondok Pesantren

Staf Khusus BGN Redy Hendra Gunawan menjelaskan jumlah penerima terdiri dari berbagai kategori, termasuk balita, siswa PAUD, RA, TK, SMP, SMA, hingga peserta PKBM dan pondok pesantren.

Rinciannya antara lain balita sebanyak 35.523 orang, siswa PAUD 79.090 orang, RA 31.999 orang, TK 197.391 orang, SMP 1.251.158 orang, MTS 204.746 orang, SMA 591.174 orang, SMK 392.486 orang, MA 108.060 orang, MA Kejuruan 211 orang, SLB 8.287 orang, santri pondok pesantren 21.468 orang, peserta PKBM 1.546 orang, ibu hamil 8.012 orang, ibu menyusui 12.599 orang, dan penerima manfaat dari seminari 302 orang.

Total penerima manfaat hingga 22 Juni tercatat sebanyak 5.228.529 orang. Adapun jumlah dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mencapai 1.837 unit, yang tersebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia. n ec/jk/rmc

Berita Terbaru

Rayakan HUT ke 28, Ketum IJTI Ingatkan Pentingnya Jurnalis Membangun Kolaborasi dan Kredibilitas

Rayakan HUT ke 28, Ketum IJTI Ingatkan Pentingnya Jurnalis Membangun Kolaborasi dan Kredibilitas

Senin, 07 Sep 2026 20:39 WIB

Senin, 07 Sep 2026 20:39 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Informasi yang cepat diera digitalisasi harus disikapi dengan cara yang bijak, produk jurnalistik harus terus hadir secara persisi…

Wujudkan Infrastruktur Jalan Mulus dan Terkoneksi, Bupati Lamongan Diganjar Penghargaan dari IJTI

Wujudkan Infrastruktur Jalan Mulus dan Terkoneksi, Bupati Lamongan Diganjar Penghargaan dari IJTI

Senin, 07 Sep 2026 20:34 WIB

Senin, 07 Sep 2026 20:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Langkah kongrit bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam mewujudkan infrastruktur jalan mulus terkoneksi antar wilayah, diganjar…

Hari Pelanggan Nasional, PLN UIT JBM Perkuat Sinergi Dengan Stakeholder Sektor Industri Manufaktur

Hari Pelanggan Nasional, PLN UIT JBM Perkuat Sinergi Dengan Stakeholder Sektor Industri Manufaktur

Senin, 07 Sep 2026 19:23 WIB

Senin, 07 Sep 2026 19:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Memaknai Hari Pelanggan Nasional (HPN) yang diperingati setiap 4 September, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur d…

‎Skor LPPD Naik, Bupati Madiun: Jangan Cuma Kejar Nilai

‎Skor LPPD Naik, Bupati Madiun: Jangan Cuma Kejar Nilai

Senin, 07 Sep 2026 17:39 WIB

Senin, 07 Sep 2026 17:39 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - Skor kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah Kabupaten Madiun meningkat dalam evaluasi nasional. Meski demikian, Bupati Madiun H…

Sekjen PP AMPG Sebut Diklatda Jatim Pilot Project Kaderisasi Anak Muda se Indonesia

Sekjen PP AMPG Sebut Diklatda Jatim Pilot Project Kaderisasi Anak Muda se Indonesia

Senin, 07 Sep 2026 15:43 WIB

Senin, 07 Sep 2026 15:43 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG), Ubaidillah, menilai pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan …

Dibuka 10 September, Truk Kini Bisa Lewati Jembatan Buk Wedi Pasuruan

Dibuka 10 September, Truk Kini Bisa Lewati Jembatan Buk Wedi Pasuruan

Senin, 07 Sep 2026 15:24 WIB

Senin, 07 Sep 2026 15:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Setelah proses pembangunan jembatan selesai, kini kendaraan besar dapat kembali melewati Jembatan Buk Wedi di Kota Pasuruan mulai…