Dindik: Puluhan SMP Negeri di Ponorogo Belum Penuhi Pagu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Siswa SMP Negeri di Ponorogo. SP/ PNG
Siswa SMP Negeri di Ponorogo. SP/ PNG

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menjelang proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026, Sebanyak 45 dari 56 SMP Negeri di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur belum memenuhi pagu.

Kondisi ini sebagai masalah klasik yang terjadi hampir setiap tahun. Dan hingga penutupan PPDB akhir Juni lalu, masih terdapat ratusan bangku kosong di sejumlah SMP Negeri.

"Hanya 11 sekolah yang memenuhi pagu, semuanya berada di wilayah perkotaan," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo Nurhadi Hanuri, Jumat (11/07/2025).

Lebih lanjut, pihanya menyebut empat sekolah tercatat hanya menerima kurang dari 10 siswa baru. Padahal, penetapan pagu telah disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan sarana prasarana di masing-masing sekolah.

"Kami sebenarnya juga telah melakukan pembatasan kuota pada sekolah-sekolah favorit untuk memeratakan sebaran siswa," tambahnya.

Sementara itu, diketahui salah satu penyebab utama rendahnya angka pendaftar adalah minimnya lulusan SD di wilayah tertentu. Terlebih, kondisi geografis beberapa kecamatan seperti Ngrayun turut memengaruhi jumlah pendaftar.

"Output lulusan SD mempengaruhi langsung pada jumlah siswa baru SMP. Jika lulusan SD sedikit, tentu yang naik jenjang juga sedikit," katanya.

Meski demikian, Dindik belum mempertimbangkan opsi penggabungan (merger) sekolah dengan jumlah siswa yang minim. Nurhadi menegaskan, pemerintah tetap berkewajiban menyediakan akses pendidikan yang merata, termasuk di daerah dengan jumlah siswa terbatas.

"Berapa pun jumlah siswanya, negara harus hadir untuk memberi layanan pendidikan. Harapannya, ke depan minimal satu desa memiliki satu SD sebagai basis keberlanjutan pendidikan," pungkasnya. pn-01/dsy

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…