Tanda Tangan Dipalsukan di Kasus Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi, Konsultan Lapor Polisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi tandatangan palsu.
Ilustrasi tandatangan palsu.

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Buntut dari pengusutan kasus dugaan korupsi dana hibah Pondok Pesantren Al Ibrohimi Manyar oleh Kejaksaan Negeri Gresik membuat gusar seorang pengusaha konstruksi asal Surabaya. Pasalnya, nama sang pengusaha ikut disebut-sebut dalam pusaran kasus proyek fiktif tersebut.

Adalah Firullah Sandy Octanova (49) selaku Direktur CV Firda Konsultan disebutkan telah melaksanakan pengawasan terhadap proyek pembangunan Asrama Santri di Ponpes Al Ibrohimi yang dibiayai Rp400 juta dari dana hibah Pemprov Jatim tahun anggaran 2019.

Sandy, demikian panggilan akrab konsultan asal Surabaya itu, disebut telah menandatangani sejumlah surat penting dalam dokumen laporan pertanggungjawaban (LPj) dana hibah kepada Pemprov Jatim yang dibuat oleh Yayasan Ushulul Hikmah Al Ibrohimi pada 2 Maret 2020.

Munculnya nama perusahaan, nama dirinya dan tanda tangannya dalam dokumen LPj tersebut suka atau tidak suka Sandy ikut terseret dalam kasus korupsi dana hibah yang kini disidik Seksi Pidana Khusus Kejari Gresik.

"Saya benar-benar terkejut ketika menerima surat panggilan pemeriksaan dari Kejari Gresik terkait kasus dugaan korupsi. Karena selama ini saya tidak pernah mengerjakan proyek apapun di Gresik, termasuk proyek yang dibiayai dari dana hibah," ujar Sandy saat ditemui sejumlah awak media di Gresik, Sabtu (12/7/2025).

Dalam pemeriksaan, Sandy mengaku kepada penyidik Kejari Gresik bila dirinya tidak tahu menahu mengenai adanya pengerjaan asrama santri di Ponpes Al Ibrohimi Manyar Gresik yang didanai hibah APBD Pemprov Jatim 2019.

"Jangankan proyek asrama santri, pondoknya saja saya nggak tahu lokasinya. Jadi perusahaan saya dicatut sebagai konsultan pada proyek asrama santri. Tanda tangan saya dalam laporan pertanggungjawaban yang dibuat pihak yayasan Al Ibrohimi semua dipalsukan," ungkapnya serius.

Akibat dari pencatutan nama dan perusahaannya, Sandy kemudian mengambil langkah tegas dengan melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian.

"Saya sudah mendatangani Polres Gresik untuk melaporkan dugaan tindak pidana pemalsuan tanda tangan saya dalam dokumen LPj dana hibah yang dibuat Yayasan Ushulul Hikmah Al Ibrohimi Manyar Gresik," ucapnya.

Laporan Sandy terregistrasi dengan nomor STTLPM/558/Satreskrim/VII/2025/SPKT/Polres Gresik tanggal 4 Juli 2025.

Lalu siap yang dilaporkan Sandy sebagai pelaku atas pemalsuan tanda tangannya? "Ya, siapa saja. Biar polisi saja yang menyelidikinya," katanya.

Menurut Sandy, sebenarnya pada awal dia memenuhi panggilan kejaksaan sekitar pekan pertama bulan Ramadhan lalu belum ada niat untuk melaporkan pihak-pihak yang memalsukan tanda tangannya dalam dokumen surat yang ditunjukkan penyidik pidsus.

Namun setelah pihak Kejari Gresik semakin mendalami dan kemudian menaikkan kasus ini dari penyelidikan menjadi penyidikan, maka Sandy pun mulai menyikapinya dengan membuat laporan ke polisi.

"Saya sudah dipanggil kedua kalinya sebagai saksi, dan diberitahu penyidik jika kasus ini sudah naik ke penyidikan," tukasnya.

Dalam pemeriksaan, Sandy mengaku telah dikonfrontir dengan beberapa orang seputar pemalsuan tanda tangannya di dokumen LPj dana hibah yayasan yang menaungi Ponpes Al Ibrohimi.

"Di kantor kejaksaan saya telah dipertemukan dengan dua orang yang mengetahui pembuatan LPj ke pemprov. Seorang di antaranya mengaku telah menggunakan nama perusahaan saya. Saat kali pertama bertemu dia langsung meminta maaf kepada saya," aku Sandy sembari menyebut dua nama yang diingatnya saat agenda konfrontir di ruang kerja Kasipidsus Kejari Gresik.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pihak penyidik Kejari Gresik telah menaikkan penanganan kasus dugaan penyimpangan dana hibah Rp400 juta yang dikucurkan ke Ponpes Al Ibrohimi ke tingkat penyidikan.

Meski begitu pihak kejaksaan belum menetapkan siapa saja yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi dana hibah yang menjadi atensi publik Gresik tersebut.

"Kami tidak ingin gegabah mengumumkan dulu siapa saja yang menjadi tersangka dalam perkara ini. Mohon bersabar saja karena penetapan tersangkanya tidak butuh waktu terlalu lama," ungkap Kajari Gresik Nana Riana saat ditemui di ruang kerjanya pada awal pekan lalu.

Belum ditetapkannya tersangka dalam perkara korupsi dana hibah sebesar Rp400 juta dari APBD Pemprov Jatim 2019 ini, lanjut Kajari Nana, hanyalah terkait prosedural penghitungan kerugian keuangan negara dari lembaga auditor resmi.

"Kami tinggal menunggu hasil audit BPKP yang telah kami minta untuk menghitung kerugian keuangan negara yang timbul dari perkara ini. Setelah itu baru kami tetapkan para tersangka," terang Nana yang sebentar lagi akan mengemban tugas baru sebagai Asisten Intelijen Kejati Kalsel di Banjarmasin. did

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…