Nadiem Mulai Gusar, Kejagung Nyatakan Adanya Keterlibatan Mantan Mendikbudristek

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kejagung menetapkan empat tersangka proyek laptop pendidikan Rp9,3 triliun. Empat anak buah Nadiem itu meliputi dua eks direktur, stafsus, dan konsultan. Namun kejagung hanya menahan 2 dari empar anak buah Nadiem.
Kejagung menetapkan empat tersangka proyek laptop pendidikan Rp9,3 triliun. Empat anak buah Nadiem itu meliputi dua eks direktur, stafsus, dan konsultan. Namun kejagung hanya menahan 2 dari empar anak buah Nadiem.

i

Sudah empat tersangka kasus dugaan korupsi mantap Mendikbudristek Nadiem Makarim. Dua diantaranya ahli teknologi. Kasus ini menjadi sorotan terkait dugaan keterlibatannya  dalam  dugaan korupsi pengadaan Program Digitalisasi Pendidikan tahun 2019–2022, khususnya pengadaan laptop dengan sistem operasi Chrome/Chromebook senilai Rp9,98 triliun. Surabaya Pagi menurunkan dua berita sosok teman Nadiem yaitu Jurist Tan dan Ibrahim Arief. n red

 

===

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek)  meski belum ditetapka jadi tersangka korupsi pengadaan laptop sebesar Rp 9,9 triliun, sudah mulai gusar. Selasa (15/7) usai magrib, ia buru buru tinggalkan gedung bundar Kejagung.

Dengan langkah cepat, Nadiem yang berhem takwa warna putih pamit ke wartawan yang mengerubungi. Nadiem bilang dirinya ngin Kembali ke Keluarganya. "Terima kasih sekali lagi untuk teman-teman media, izinkan saya kembali ke keluarga saya," ujar Nadiem.

 

Kali Kedua Diperiksa Sebagai Saksi

Nadiem sebelumnya masuk Gedung Pidsus Kejagung pada pukul 08.58 WIB. Ia baru keluar pukul 18.00 WIB. Hari itu merupakan kali kedua Nadiem diperiksa sebagai saksi. Sebelumnya ia diperiksa selama 12 jam pada 23 Juli.

Nadiem Makarim tidak banyak bicara kepada wartawan seusai pemeriksaan. Ia hanya menyampaikan terima kasih kepada penyidik yang memberikannya kesempatan menyampaikan keterangan sehingga membuat proses pengadaan laptop ini lebih jelas.

Saat datang ke Kejagung, ia didampingi advokat senior Hotman Paris Hutapea. Tapi ketika pulang, Hotman tak tampak menyertai Nadiem.

Usai diperiksa lama kurang lebih 9 jam oleh Kejagung pada Selasa (15/7), Nadiem Makarim rupanya ingin segera pulang ke rumah .

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) tampak didampingi seorang kuasa hukumnya keluar dari Gedung Jampidsus (Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung.

Menurut Nadiem, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Kejaksaan yang telah memberinya kesempatan untuk memberikan keterangan terkait kasus ini.

“Saya baru saja selesai panggilan kedua saya. Saya ingin berterima kasih sebesar-besarnya kepada pihak Kejaksaan karena memberikan saya kesempatan untuk memberikan keterangan terhadap kasus ini," katanya.

 

Alasan Nadiem Belum Tersangka

"Kenapa tadi NAM (Nadiem Anwar Makarim) sudah diperiksa mulai pagi sampai malam, kemudian hari ini belum ditetapkan sebagai tersangka. Karena berdasarkan kesimpulan penyidik masih perlu ada pendalaman alat bukti," kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar, saat menjawab pertanyaan soal Nadiem di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Selasa malam (15/7/2025).

Selain ada peran  mantan staf khusus Mendikbudristek Bidang Pemerintahan era Mendikbudristek Nadiem Makarim, Jurist Tan.

Qohar memastikan penyidik masih terus mengembangkan kasus dugaan korupsi tersebut. Menurutnya, proses penyidikan tidak berhenti usai pihaknya menetapkan empat orang sebagai tersangka.

"Tidak usah khawatir, beberapa kegiatan atau kasus yang kita tangani tidak berhenti sampai di tahap pertama, tapi ada kedua dan seterusnya. Sabar. Karena bicara hukum, bicara alat bukti. Ketika dua alat bukti cukup pasti akan kami tetapkan sebagai tersangka," jelasnya.

Dalam kasus ini, Qohar menyebut Nadiem berperan menemui pihak Google untuk membahas Program Digitalisasi Pendidikan di Kemendikbud berupa pengadaan TIK. Dia mengatakan penyidik masih mendalami apa keuntungan yang diterima Nadiem dari proyek tersebut. Salah satu yang diusut terkait hubungan proyek pengadaan laptop dengan investasi yang pernah diberikan Google kepada Gojek.

Sebelum menjadi menteri, Nadiem dikenal sebagai pendiri Gojek yang merupakan perusahaan transportasi online. Gojek pernah mendapat sejumlah dana investasi dari perusahaan besar seperti Alphabet yang merupakan perusahaan induk Google.

 

Ibrahim Dijemput Jaksa

Kemudian, Nadiem menyampaikan bahwa dirinya ingin segera kembali ke rumah.

"Terima kasih sekali lagi untuk teman-teman media. Izinkan saya kembali ke keluarga saya," katanya.

Ketika awak media menanyakan terkait materi pemeriksaan, Nadiem hanya diam dan masuk dalam ke dalam mobil berwarna hitam.

Mobil tersebut kemudian meninggalkan Gedung Jampidsus Kejagung

Selain Nadiem, Selasa, Kejaksaan juga memeriksa mantan Konsultan Kemendikbudristek Ibrahim Arif.

 Berbeda dengan Nadiem yang datang dengan pengacara, Ibrahim dijemput oleh jaksa di rumahnya. Pengacara Ibrahim, Indra Hasopan Sihombing, kaget kliennya dijemput jaksa karena sebelumnya mereka telah mengajukan penundaan pemeriksaan.

Di kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook, jaksa menuding ada tindakan melawan hukum dengan mengubah kajian untuk mengegolkan Chromebook, alih-alih Windows. Berdasarkan keterangan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Harli Siregar, penyidik juga tengah mendalami adanya investasi ke PT Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) yang mempengaruhi dipilihnya Chromebook. Nadiem merupakan pendiri Gojek sebelum merger dengan Tokopedia. n erc/jk/cr3/rmc

Berita Terbaru

Balai POM Bima Tegaskan Produk Perikanan di Pasar Amahami Bebas Formalin

Balai POM Bima Tegaskan Produk Perikanan di Pasar Amahami Bebas Formalin

Sabtu, 15 Agu 2026 18:06 WIB

Sabtu, 15 Agu 2026 18:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bima – Kota Bima Upaya memastikan keamanan pangan di jalur distribusi kembali dilakukan Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Bima m…

Capaian Prabowo Dipuji, Tapi Deni Wicaksono Beri Catatan Keras soal MBG dan Kopdes

Capaian Prabowo Dipuji, Tapi Deni Wicaksono Beri Catatan Keras soal MBG dan Kopdes

Sabtu, 15 Agu 2026 10:39 WIB

Sabtu, 15 Agu 2026 10:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Wakil Ketua DPRD Jawa Timur sekaligus politikus PDI Perjuangan, Deni Wicaksono, mengapresiasi sejumlah capaian yang disampaikan…

Walau Tak Nikmati Keuntungan Pribadi, Enam Terdakwa Pengerukan Tanjung Perak Tetap Dipidana 4 Tahun

Walau Tak Nikmati Keuntungan Pribadi, Enam Terdakwa Pengerukan Tanjung Perak Tetap Dipidana 4 Tahun

Jumat, 14 Agu 2026 19:54 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 19:54 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Surabaya menyatakan para terdakwa dalam perkara dugaan korupsi proyek…

30 Paket Sabu Disita di Menganti, Polisi Tangkap Kurir Jaringan DPO

30 Paket Sabu Disita di Menganti, Polisi Tangkap Kurir Jaringan DPO

Jumat, 14 Agu 2026 18:42 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 18:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Gresik bagian selatan kembali dibongkar Satresnarkoba Polres Gresik. Seorang pria b…

Silaturahmi ke Bupati, PPP Lamongan Tegaskan Komitmennya Terus Menjadi Mitra Solutif Untuk Kemajuan Pembangunan

Silaturahmi ke Bupati, PPP Lamongan Tegaskan Komitmennya Terus Menjadi Mitra Solutif Untuk Kemajuan Pembangunan

Jumat, 14 Agu 2026 18:07 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 18:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Lamongan menegaskan komitmennya, untuk terus menjadi…

Bank Jatim Dorong Penguatan Peran BPD Lewat Bedah Buku BPD Resilient, Competitive and Contributive

Bank Jatim Dorong Penguatan Peran BPD Lewat Bedah Buku BPD Resilient, Competitive and Contributive

Jumat, 14 Agu 2026 16:32 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 16:32 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Bank Pembangunan Daerah (BPD) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan hal tersebut, Bank Jatim…