Buron OJK, Jadi Bos Investasi di Qatar, Ini Realita

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Eks CEO PT Investree Radhika Jaya (Investree), Adrian Gunadi, yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) hingga red notice Interpol masih hidup bebas di Qatar. Bahkan kini tersangka dugaan tindak pidana sektor keuangan itu malah tercatat sebagai CEO perusahaan di Qatar.

OJK juga telah menetapkan Adrian sebagai tersangka dalam kasus penghimpunan dana tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 Undang-Undang Perbankan yang merupakan tindak lanjut dari proses penyidikan yang dilakukan oleh Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan (DPJK) OJK.

Menanggapi itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan masih terus mendorong proses pemulangan Adrian ke Indonesia melalui kerja sama dengan otoritas terkait di dalam dan luar negeri. OJK menyesalkan Adrian bisa mendapatkan izin menjadi CEO di perusahaan Qatar.

"OJK menyesalkan pemberian izin oleh instansi terkait di Qatar kepada Adrian untuk menjabat sebagai Chief Executive Officer di JTA Investree Doha Consultancy mengingat status hukum yang telah diberikan kepada yang bersangkutan di Indonesia," kata Plt. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi, M. Ismail Riyadi, dalam keterangan resmi, Sabtu (26/7/2025).

Ismail mengatakan OJK akan meningkatkan dan melanjutkan koordinasi dan kerja sama dengan aparat penegak hukum dan berbagai pihak di dalam dan luar negeri untuk menyikapi hal tersebut, termasuk memulangkan Adrian ke tanah air untuk meminta pertanggungjawaban dari yang bersangkutan baik secara pidana maupun perdata.

 

***

 

Membaca  keterangan dari OJK di media sosial, saya menduga ada kejahatan pencucian Uang. DPO OJK itu patut diduga mengelola atau menyembunyikan hasil kejahatan untuk menyamarkan asal-usulnya.

Ini berbau kejahatan transnasional. Disinyalir ada dugaan tindakan kriminal yang melintasi batas-batas negara dan melibatkan lebih dari satu negara.

Apakah kejahatan ini dilakukan oleh organisasi kriminal yang terorganisir dan memiliki jaringan yang luas di berbagai negara?.  Belum diungkap OJK dan aparat hukum lainnya.

Ada indikasi bermotif ekonomi pencucian uang.

Akal sehat saya mengkhawatirkan kasus ini bila tidak segera dituntaskan bisa berdampak luas.

litetasi bacaan saya, kejahatan transnasional umumnya memiliki dampak yang luas, baik bagi negara tempat kejahatan terjadi maupun bagi negara lain yang terkena dampaknya.

 

***

 

Adrian Gunadi, yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) hingga red notice Interpol adalah realita kejahatan.

Ini Realita, kenyataan, yang ada. Kejadian yang dilakukan  Adrian Gunadi, terjadi apa adanya. Tak tampak dipengaruhi oleh imajinasi.

Perjalanan Adrian Gunadi,  adalah fakta yang ada dan dapat diamati, bukan khayalan.

Dalam pandangan saya, kejahatan  yang tidak ditangani secara serius seringkali menjadi perhatian karena dampaknya yang merugikan masyarakat.

Kesan kurangnya penanganan yang serius terhadap kejahatan-kejahatan di sektor keuangan dapat menyebabkan kerugian yang berkepanjangan bagi korban nasabah dan masyarakat secara keseluruhan. Artinya proses hukum yang lambat atau tidak adil dapat membuat pelaku kejahatan merasa aman dan tidak takut untuk melakukan tindakan kriminal lagi.

Kasus ini mungkin dianggap "biasa" atau "tidak terlalu serius" dalam masyarakat tertentu, yang menyebabkan kurangnya perhatian dan tindakan. Salah satunya TPPU.

Kejahatan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) antar negara.TPPU  adalah praktik menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan yang diperoleh dari tindak pidana yang dilakukan di satu negara, kemudian dipindahkan dan diinvestasikan di negara lain untuk membuatnya tampak sah.

Modus yang pernah terungkap, pelaku TPPU menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan agar sulit dilacak oleh penegak hukum.

Harta kekayaan hasil kejahatan dipindahkan dan diproses melalui berbagai transaksi di berbagai negara. Ini untuk menyulitkan pelacakan

Pelaku TPPU menggunakan berbagai modus operandi, termasuk over-invoicing, under-invoicing, penggunaan perusahaan cangkang, dan transaksi keuangan kompleks.

Ketika pemerintah gagal menangani kejahatan dengan serius, hal ini dapat menyebabkan penurunan kepercayaan pada lembaga-lembaga publik.

Menurut akal sehat, "pembiaran kasus ini" atau tidak ada penanganan serius, bisa dianggap OJK tidak melindungi korban dalam menuntut keadilan. ([email protected])

Berita Terbaru

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menunggu datangnya musim hujan di Kabupaten Magetan diprakirakan mulai berlangsung secara bertahap pada akhir 2026. Untuk Kecamatan…

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai wujud peduli sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai memberlakukan gerakan Batu Pilah Sampah dari Rumah menjadi tiga…

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Fenomena cuaca yang cenderung kering membuat kualitas daun tembakau relatif baik, namun pasokan air yang terbatas menyebabkan hasil…

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mencatat adanya kenaikan sekitar 2 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni dari 10,19…

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang menegaskan adanya keterlambatan distribusi seragam gratis bagi…

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

SURABAYAPAGI.com,Ponorogo — Keluarga Menika Susanti, warga Dukuh Krajan, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, hingga kini masih menunggu k…