SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Imbas adanya penutupan jalur Gumitir yang menghubungkan Banyuwangi dengan Jember serta sejumlah wilayah di Jatim bagian selatan, berdampak pada sulitnya warga mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Terutama dirasakan oleh warga Banyuwangi yang tinggal di kawasan perbatasan Jember. Salah satunya dialami oleh Heru, warga Glenmore, Banyuwangi, menurutnya sejak dua hari terakhir, Heru kesulitan mendapatkan stok BBM non-subsidi tersebut.
"Dua hari ini gak dapat BBM, itu dari Jember ada yang sampai nginep untuk antre dapat BBM jadi kami yang warga Banyuwangi aja gak dapat," jelasnya, Kamis (31/07/2025).
Lebih lanjut, Heru berharap kondisi ini tidak berlangsung lama. Ia khawatir jika kelangkaan BBM terus terjadi, mobilitas warga akan terganggu. "Ini sudah ada yang kehabisan, sampai saya ambilkan bensin dari motor saya karena motornya sudah mogok," jelas Heru.
Hal senada disampaikan Winarni, warga Krikilan. Ia menyayangkan stok BBM di SPBU Krikilan yang tidak disesuaikan dengan lonjakan permintaan akibat situasi darurat ini.
"Ya gimana ya, karena yang butuh tambah banyak ya harusnya ditambah stoknya itu," pungkas Winarni.
Sekedar diketahui, jalur nasional yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Banyuwangi ini ditutup total, mulai 24 Juli dan berlangsung hingga 24 September 2025. Sejak pukul 00.00 WIB, akses menuju Gumitir ditutup untuk semua kendaraan seiring dimulainya proyek perbaikan jalan, dengan alat berat telah dikerahkan ke lokasi. by-01/dsy
Editor : Desy Ayu