SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mulai menggulirkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang resmi diluncurkan secara nasional pada Senin (4/8). Program ini menyasar 242.110 siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di seluruh kota.
Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina, mengungkapkan bahwa persiapan program telah dilakukan sejak jauh-jauh hari. “Kami sudah sosialisasikan ke sekolah-sekolah, Puskesmas, serta perangkat daerah terkait. Semua sudah tahu tugas dan alurnya,” ujar Nanik saat dikonfirmasi, Selasa (5/8).
Program ini menargetkan sekitar 45 persen dari total anak usia 7 hingga 17 tahun di Surabaya yang mencapai lebih dari 538 ribu jiwa. Pemeriksaan yang dilakukan mencakup berbagai indikator kesehatan, mulai dari status gizi, tekanan darah, gula darah, kebiasaan merokok, kesehatan mata, telinga, gigi, hingga kesehatan mental dan reproduksi.
Sebelum pelaksanaan, pihak Puskesmas terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan sekolah yang dituju. “Mekanismenya jelas. Seminggu sebelum pelaksanaan, pihak Puskesmas sudah koordinasi dulu dengan sekolah. Informasi disampaikan ke orang tua dan siswa melalui tautan kuesioner,” jelasnya.
Dua hari sebelum pemeriksaan, kesiapan tim medis dan perangkat pendukung dicek ulang. Pelaksanaan dilakukan langsung di sekolah dengan dukungan dari guru UKS dan guru PJOK. Bila ditemukan masalah kesehatan, siswa akan dirujuk ke layanan kesehatan lanjutan.
“Ini bukan kegiatan sembarangan. Kami libatkan juga Dinas Pendidikan Surabaya, Kemenag, Dindik Jatim, sampai kecamatan dan kelurahan. Semua kerja bareng demi suksesnya program ini,” imbuhnya.
Demi menjaga kenyamanan siswa, kegiatan PKG dirancang tidak mengganggu proses belajar mengajar. Jadwal pemeriksaan telah diatur sedemikian rupa agar tidak berbenturan dengan pelajaran inti.
“Setiap jadwal sudah disesuaikan. Kami minta sekolah juga aktif atur teknisnya agar anak-anak tetap nyaman dan proses belajar tetap jalan,” tambah Nanik.
Untuk pelaksanaan di lapangan, seluruh tenaga medis dari Puskesmas telah diterjunkan, terdiri dari dokter, perawat, bidan, petugas gigi, serta dibekali peralatan lengkap seperti timbangan, alat ukur tinggi badan, alat cek gula darah, tensimeter, hingga peralatan pemeriksaan mata dan gigi.
Progres kegiatan ini dipantau secara berkala melalui aplikasi ASIK dan evaluasi mingguan bersama kepala Puskesmas. Setiap hari Senin dan Jumat, Dinkes melakukan pemantauan data serta mengevaluasi pencapaian masing-masing wilayah.
“Kami juga evaluasi mingguan bareng kepala puskesmas se-Kota Surabaya tiap Jumat. Jadi capaian tiap wilayah bisa terus dipantau,” pungkasnya.
Dinkes juga mengajak seluruh pihak, terutama sekolah dan orang tua siswa, untuk berperan aktif. Para guru dan wali kelas diminta membantu pelaksanaan teknis, sedangkan orang tua diharapkan mengisi kuesioner dengan jujur demi hasil pemeriksaan yang optimal. Ad
Editor : Moch Ilham