Per Januari-Juli 2025, Serapan Pupuk Subsidi di Situbondo Tembus 50 Persen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Stok pupuk subsidi di Situbondo, Jawa Timur. SP/ STB
Ilustrasi. Stok pupuk subsidi di Situbondo, Jawa Timur. SP/ STB

i

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Selama periode Januari hingga 31 Juli 2025 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo mencatat serapan pupuk subsidi jenis urea dan NPK tembus hingga sekitar 50 persen dari total alokasi tahun ini.

Capaian ini menunjukkan separuh lebih dari total alokasi pupuk subsidi tahun 2025 telah terserap oleh petani. Meskipun demikian, optimisme tetap tinggi bahwa serapan pupuk akan mencapai 100 persen hingga akhir tahun. Hal ini penting untuk memastikan produktivitas pertanian dan alokasi pupuk di masa mendatang.

"Alokasi pupuk subsidi tahun ini memang kami upayakan terserap hingga 100 persen, karena serapan pupuk oleh petani memengaruhi alokasi tahun berikutnya," ujar Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo Muhammad Zaini, Selasa (12/08/2025).

Diketahui, hingga akhir Juli 2025 pupuk subsidi pemerintah jenis urea sudah terserap sebanyak 14.331 ton atau 48 persen dari alokasi sebanyak 29.950 ton. Sedangkan untuk serapan pupuk subsidi jenis NPK pada periode yang sama sebanyak 12.243 ton atau 51 persen dari alokasi 23.981 ton

Lebih lanjut, menurut Zaini, pada 2024 Situbondo mendapatkan alokasi pupuk subsidi jenis urea 30.487 ton, sedangkan untuk pupuk subsidi jenis NPK 25.000 ton. Sedangkan saat ini di Tahun 2025, alokasi pupuk bersubsidi tersebut berkurang karena serapan pupuk pada tahun sebelumnya hanya mencapai 98 persen untuk urea, dan NPK 99 persen.

Oleh karenanya, pupuk jenis urea dan NPK pada tahun ini diwajibkan ditebus oleh petani untuk mengoptimalkan hasil produksi tanaman padi. Hal itu dikarenakan, jumlah petani yang diusulkan melalui e-RDKK pada 2025 bertambah menjadi sekitar 77.000 petani, sedangkan tahun sebelumnya 73.000 petani.

Pencapaian serapan pupuk subsidi ini menjadi indikator penting dalam evaluasi efektivitas program pemerintah. Meskipun belum mencapai target penuh, progres hingga pertengahan tahun ini memberikan gambaran positif. Pihak dinas terus berupaya memastikan distribusi pupuk berjalan lancar dan tepat sasaran. st-01/dsy

Berita Terbaru

Tabir Misteri Bangunan ‘Mewah’ di Lapas Cibinong, Mulai Terungkap

Tabir Misteri Bangunan ‘Mewah’ di Lapas Cibinong, Mulai Terungkap

Kamis, 01 Okt 2026 07:38 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Tabir misteri di balik berdirinya deretan bangunan ‘mewah’ di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Ja…

Pabrikan Mobil asal Jepang di RI, Belum Sepenuhnya Gunakan Robot

Pabrikan Mobil asal Jepang di RI, Belum Sepenuhnya Gunakan Robot

Kamis, 01 Okt 2026 07:35 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:35 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pabrikan mobil asal Jepang belum sepenuhnya menggantikan manusia dengan robot untuk merakit kendaraan. Wakil Presiden Direktur PT Toyota…

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Siap Diaudit Forensik

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Siap Diaudit Forensik

Kamis, 01 Okt 2026 07:33 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:33 WIB

SURABAYAPAGI.com - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) siap mendukung rencana audit forensik tata kelola Keuangan Haji. BPKH juga akan menyediakan data dan…

Honda Luncurkan Skuter Matic di China

Honda Luncurkan Skuter Matic di China

Kamis, 01 Okt 2026 07:31 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Honda meluncurkan skuter matic edisi khusus yang bisa bikin penggemar Gundam ngiler. Honda NS125FX Freedom Gundam Limited Edition resmi…

Sejumlah Penjual di TikTok Shop, Ngadu ke DPR-RI

Sejumlah Penjual di TikTok Shop, Ngadu ke DPR-RI

Kamis, 01 Okt 2026 07:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:29 WIB

SURABAYAPAGI.com - Sejumlah penjual di TikTok Shop mengadukan persoalan saldo tidak dapat dicairkan hingga menjadi Rp 0 ke Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR…

BI, Batasi Pembelian Dolar AS

BI, Batasi Pembelian Dolar AS

Kamis, 01 Okt 2026 07:27 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank Indonesia (BI) menyampaikan alasan di balik kebijakan pembatasan pembelian dolar Amerika Serikat (AS). Penetapan batas transaksi…