"Harakiri BUMN"

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Harian kita edisi Selasa kemarin (11/8) menurunkan berita berjudul " 6 Bulan Jabat, Pejabat BUMN, tak Dikasih Anggaran".

Akhirnya Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Nusantara, Menyatakan Mundur. Padahal Pemerintah Janji Alokasikan Anggaran  Rp3 Triliun.

Sejak Senin (11/8/2025)., Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Nusantara,Joao Angelo De Sousa Mota, resmi mengundurkan diri dari jabatanny@. Pengunduran diri ini bertepatan dengan masa jabatannya yang telah berlangsung selama enam bulan.

Joao menyebut pengunduran dirinya disebabkan tidak adanya dukungan maksimal dari stakeholder terkait untuk mewujudkan target swasembada pangan. Ia menyinggung bahwa anggaran untuk Agrinas Pangan Nusantara hingga kini masih nol.

"Keseriusan Presiden dalam mendukung dan menggerakkan segala upaya untuk membuka kedaulatan pangan ini tidak didukung sepenuhnya oleh stakeholder atau para pembantunya," katanya dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi pihak Humas Agrinas Pangan Nusantara, Senin (11/8/2025).

"Sehingga sampai hari ini kami tidak mendapatkan dukungan maksimal untuk membuat langkah-langkah nyata yang sudah kami siapkan, termasuk dukungan anggaran. Sampai hari ini, Agrinas Pangan Nusantara masih memiliki anggaran nol," tambahnya.

Mengutip akun wikipedia, PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) adalah sebuah badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang pertanian dan konsultansi konstruksi. Pemerintah Indonesia memegang mayoritas saham perusahaan ini melalui Danantara.

Sebelumnya, Joao menjelaskan pemerintah sempat mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 triliun. Namun, pihaknya tidak memproses lebih lanjut karena menunggu kepastian desain serta rencana Agrinas Pangan Nusantara rampung terlebih dahulu. Pengunduran dirinya terkesan ngambek, karena BUMN yang dikelolanya hingga enam bulan ini menjabat masih nol?. Ada apa? Apa ada skandal? Sampai semalam menteri BUMN belum mengklarifikasi alasan Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Nusantara, mengundurkan diri.

 

***

 

Di Jepang, mundur dari sebuah jabatan menjadi hal yang lumrah bahkan dianggap sebagai langkah terakhir menjaga 'kehormatan' sebagai pemimpin.

Hal ini jarang dilakukan pemimpin di Indonesia. Pejabat Jepang yang pernah menyatakan mundur adalah Kepala Kepolisian Nasional Itaru Nakamura. Ia mengumumkan pengunduran dirinya usai penyelidikan menemukan kelalaian dalam pengamanan mendiang mantan Perdana Menteri Shinzo Abe.

Nakamura mundur karena merasa bertanggung jawab atas kelalaian institusi yang ia pimpin, tak sedikit orang-orang penting di Jepang yang mundur dalam sejarah karena dianggap gagal memenuhi janji hingga terbelit skandal.

Budaya yang biasanya disertai dengan gerakan membungkuk sebagai permintaan maaf yang mendalam ini memang seakan menjadi ciri khas negeri Matahari Terbit tersebut.

Sebelum Nakamura, tak terhitung pejabat, politisi, hingga pemimpin perusahaan yang memutuskan mundur. Jika ditelusuri dari sejarah, budaya mundur dari jabatan ini tentu mengarah pada budaya malu yang memang telah tertanam di tengah masyarakat Jepang. Dan jika lebih dalam ditelusuri, budaya malu ini tentu berkaitan erat dengan tradisi harakiri, menusuk perut sendiri dengan belati.

Gubernur Tokyo: Naoki Inose mengundurkan diri tahun 2013 karena kasus suap, diikuti penggantinya, Yoichi Masuzoe, pada 2016 akibat penyalahgunaan dana public. (N. Aini et al. 2024).

Fenomena yang dijuluki "harakiri politik" ini, analogi sikap "ksatria" pejabat Jepang menghadapi kegagalan. Mundur dianggap bentuk tertinggi permintaan maaf pada masyarakat.

 

***

 

Mundur saat gagal, pilihan lumrah bagi pejabat Jepang tapi langka di Indonesia. Dualitas ini menanyakan integritas dan akuntabilitas kepemimpinan publik kedua negara. Di satu sisi, budaya malu Jepang mendorong tanggung jawab moral. Di sisi lain, Indonesia masih bergulat dengan pejabat yang berpegang erat pada kursi kekuasaan, sekalipun tercoreng skandal. Kini muncul sikap mundur dari salah satu Dirut BUMN.

Sepertinya Dirut BUMN itu memberi contoh bahwa budaya malu bukan hanya konsep diskursus milik warga Jepang saja.

Tampaknya ia ingin menjadi mesin penggerak “tanggungjawab” publik. Apakah dia pejabat yang tersandung skandal? atau gagal memenuhi ekspektasi pemerintah? Ia telah memilih mundur, sebelum diminta. Fenomena ini menjelaskan betapa dalam nilai kebersamaan dan tanggung jawab moral tertanam dalam DNA sosial Jepang ditirunya.

Rasa malu di Jepang bukan saja urusan pribadi—hal ini soal tanggung jawab sosial yang menyentuh reputasi keluarga hingga institusi.

Mengapa Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Nusantara, menyatakan mundur, tanpa skandal? Atau ini sikap protes terhadap Menteri BUMN dan petinggi Danantara? Walahualam. ([email protected])

Berita Terbaru

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional melalui kunjungan kerja Dewan Komisaris ke …

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Surabayapagi.com-Sidoarjo : Persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB 2026 di Sidoarjo sudah matang hampir mencapai 99%. Fokus …

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Suasana haru dan penuh harapan mengiringi langkah skuad muda WCP Pasopati Academy U-10 saat bersiap menapaki panggung internasional. …

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…