SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menghitung sisa masa tanam 2025, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mendapat tambahan alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat sebanyak 5.646 ton, diantaranya terdiri dari 5 ribu ton pupuk urea, 1 ribu ton pupuk NPK, dan 1.646 ton pupuk organik.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Suyanto mengungkap, semua itu untuk mendukung dan mensejahterakan produksi para petani. Dan seluruh tambahan jatah sudah masuk dalam distribusi resmi sesuai data sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (E-RDKK).
"Tambahan ini diberikan untuk memenuhi kebutuhan pada masa tanam kedua yang sedang berlangsung dan masa tanam ketiga yang akan datang. Dengan tambahan ini, petani tidak perlu khawatir kekurangan pupuk," ujar Suyanto, Kamis (14/08/2025).
Diketahui sebelumnya, pada awal 2025 Tulungagung telah memperoleh jatah pupuk urea sebanyak 26.069 ton, NPK 21.276 ton, dan pupuk organik 727 ton. Dan hingga Agustus 2025, realisasi penyaluran pupuk urea telah mencapai 12.363 ton atau 42,52 persen, NPK 11.058 ton atau 49,64 persen, dan pupuk organik 636 ton atau 26,08 persen.
Dengan adanya tambahan ini, total alokasi pupuk subsidi di Tulungagung pada tahun 2025 menjadi 29.069 ton urea, 22.276 ton NPK, dan 2.373 ton pupuk organik. Sementara itu, penyaluran dilakukan secara merata dan dipastikan tepat sasaran di seluruh kecamatan, menyesuaikan dengan kebutuhan petani yang sudah terverifikasi dalam E-RDKK.
Pihaknya juga mengimbau petani untuk memanfaatkan pupuk subsidi secara bijak, sesuai dosis anjuran teknis, sehingga hasil produksi bisa maksimal. Hal itu lantaran, adanya tambahan alokasi pupuk diyakini mampu menjaga target produksi gabah kering giling tetap tercapai hingga akhir tahun.
“Kami ingin memastikan setiap pupuk yang diberikan benar-benar digunakan untuk meningkatkan produksi, bukan untuk hal lain,” tegasnya. tl-01/dsy
Editor : Desy Ayu