SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Memasuki musim kemarau tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, mulai menyalurkan bantuan ke sejumlah desa terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih. Penyaluran air bersih tersebut bekerja sama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Sedangkan untuk pendistribusian bantuan air bersih itu, berdasarkan permohonan yang disampaikan aparat desa ke Pemkab Bangkalan. Setiap hari, pihaknya mengerahkan sebanyak tiga truk tangki atau sekitar 18 ribu liter air.
"Distribusi bantuan air bersih yang kami lakukan kali ini bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Bangkalan," kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bangkalan Eko Sugiharto, Senin (18/08/2025).
Sementara itu, untuk jumlah desa yang menjadi sasaran distribusi bantuan air bersih kali ini sebanyak 20 desa, tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Tanah Merah, Blega, Arosbaya, dan Kecamatan Sepulu.
"Dari empat kecamatan ini yang paling banyak mengajukan bantuan adalah Kecamatan Sepulu. Dan kapasitas tangki masing-masing kan 6 ribu liter. Jadi kalau tiga truk, semuanya 18 ribu liter," katanya.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bangkalan, daerah terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih saat musim kemarau tersebar di sembilan kecamatan, yakni Tanah Merah, Kwanyar, Blega, Konang, Kokop, Geger, Klampis, Sepulu, dan Kecamatan Arosbaya.
Dari sembilan kecamatan itu, total jumlah desa yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih sebanyak 53 desa, sama dengan data pada 2024. Jenis kekeringan yang terjadi di 53 di sembilan kecamatan itu berupa kekeringan langka dan kekeringan kritis.
"Prioritas bantuan air bersih kali ini ke desa-desa yang mengalami kekeringan kritis," katanya. bg-02/dsy
Editor : Desy Ayu