Pemkab Bangkalan Sediakan Akses Beasiswa, Dorong Generasi Baru Petani Muda

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dokumen penadatanganan nota kesepahaman tentang beasiswa bagi anak petani. SP/ BNG
Dokumen penadatanganan nota kesepahaman tentang beasiswa bagi anak petani. SP/ BNG

i

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur, resmi membuka akses beasiswa perguruan tinggi bagi anak petani setempat yang ingin mendalami bidang pertanian. Langkah strategis ini merupakan upaya konkret pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mempercepat regenerasi petani di wilayah Bangkalan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan Karyadinata mengungkap, saat ini, Pemkab Bangkalan telah bekerja sama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang dan telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan institusi tersebut.

Sementara itu, untuk jumlah kuota calon mahasiswa reguler di Perguruan Tinggi tersebut akan memperoleh fasilitas gratis biaya pendidikan dan biaya hidup. Pasalnya, Kerja sama bantuan beasiswa antara Pemkab Bangkalan dengan pihak Polbangtan Malang ini, bukan hanya melalui penerimaan mahasiswa jalur reguler, akan tetapi juga non-reguler.

Sehingga, pihaknya sangat berharap masyarakat, khususnya anak-anak petani, dapat memanfaatkan peluang emas ini mengingat kuota beasiswa untuk Bangkalan selama ini belum terserap secara maksimal.

"Untuk skema kerja sama kami dengan pihak Polbangtan Malang itu biaya pendidikan mahasiswa akan ditanggung oleh Polbangtan Malang, sementara biaya hidup dapat ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan," katanya, Rabu (28/01/2026).

Perlu diketahui, seleksi calon mahasiswa sepenuhnya diserahkan kepada Pemkab Bangkalan, sehingga dapat memprioritaskan anak petani dan masyarakat kurang mampu. Sehingga, melalui inisiatif ini, Pemkab Bangkalan optimis akan lahir generasi baru petani muda, penyuluh, dan pelaku agribisnis yang inovatif demi memajukan sektor pertanian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Madura. bg-01/dsy

Berita Terbaru

Kasus Video Porno Lisa Mariana dan mantan Manajernya Terus Diusut

Kasus Video Porno Lisa Mariana dan mantan Manajernya Terus Diusut

Selasa, 21 Apr 2026 23:36 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bandung – Polda Jawa Barat mengungkap fakta baru kasus video porno yang menjerat Lisa Mariana dan mantan manajernya sebagai tersangka. Kabid P…

PDIP tak Terusik Klaim JK, yang Jadikan Jokowi

PDIP tak Terusik Klaim JK, yang Jadikan Jokowi

Selasa, 21 Apr 2026 23:22 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira memastikan PDIP tidak terusik dengan pernyataan JK. Andreas awalnya menyampaikan bahwa p…

Anak-anak dan perempuan seringkali jadi korban radikalisme

Anak-anak dan perempuan seringkali jadi korban radikalisme

Selasa, 21 Apr 2026 23:13 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan anak-anak dan perempuan seringkali menjadi korban radikalisme pemahaman k…

Hercules, "tarik" Menteri hingga Satgas Anti-Mafia Tanah

Hercules, "tarik" Menteri hingga Satgas Anti-Mafia Tanah

Selasa, 21 Apr 2026 23:01 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Hercules, Hercules Rosario Marcal, Ketua Umum GRIB Jaya, "tarik" beberapa pejabat, Ketua Satgas Anti-Mafia, tangani lahan yang ia k…

Ustaz Solmed, Klaim tak Terlibat Pelecehan Seksual

Ustaz Solmed, Klaim tak Terlibat Pelecehan Seksual

Selasa, 21 Apr 2026 22:21 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 22:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Belakang ini Ustaz Solmed digunjingkan terlibat kasus pelecehan seksual. Ia tak terima. Ada dampak serius akibat fitnah yang b…

BPOM Tekan Harga Obat, Ubah Kemasan

BPOM Tekan Harga Obat, Ubah Kemasan

Selasa, 21 Apr 2026 21:57 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 21:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan ketersediaan obat di RI masih aman untuk enam bulan ke depan d…