Bergaya Klasik, Triumph Luncurkan Thruxton 400 yang Ramah di Kantong

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Triumph Thruxton 400. SP/ JKT
Triumph Thruxton 400. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Triumph semakin serius bermain di segmen motor besar entry level, salah satunya dengan meluncurkan model terbaru yang tak kalah menggoda bernama Thruxton 400, yang baru saja melakukan debut perdananya di India. 

Merek asal Inggris ini dirancang khusus untuk para penggemar motor bergaya klasik, namun dengan karakter entry level yang lebih ramah di kantong maupun performa, Senin (25/08/2025).

Mengusung desain café racer retro khas Triumph, Thruxton 400 tampil dengan aura elegan sekaligus sporty, menjadikannya pilihan menarik bagi pecinta motor bergaya klasik modern. Selain itu, desain dari motor satu ini terdapat cowl yang menutupi lampu depan bundar, tangki bahan bakar yang mengecil ke arah sadel, dan cowl jok belakang.

Tampilannya sangat mirip motor Triumph lainnya, terutama dengan cover dan plat nomor pada mesin serta emblem di sampingnya. Kaca spion samping di ujung stang yang menjadi opsi tambahan melengkapi tampilannya.

Soal jantung pacunya, Thruxton 400 ditenagai oleh mesin TR-Series yang serupa dengan Speed 400 dan Scrambler 400 X. Mesin satu silinder 398cc berpendingin cairan ini menghasilkan tenaga 41 hp pada 9.000 rpm dan torsi 37,5 Nm pada 7.500 rpm, dan dipadukan dengan transmisi manual enam percepatan.

Tenaganya sedikit lebih tinggi, dan output puncaknya dicapai pada putaran yang sedikit lebih tinggi dibandingkan Speed dan Scrambler, dengan bobot 183 kg dan tinggi jok 795 mm, atau 31,2 inci. Motor ini juga memiliki tangki bahan bakar 13 liter.

Perlengkapan standar lainnya meliputi panel instrumen LCD, pijakan kaki belakang, tutup tangki bahan bakar bergaya Monza, dan port pengisian daya USB-C. Motor ini juga dilengkapi dengan assist/slipper clutch, throttle ride-by-wire, dan kontrol traksi yang dapat diatur. Dengan performa tersebut, Thruxton 400 dibanderol 274.000 rupee atau sekitar Rp 51 jutaan. Tersedia empat pilihan warna, yaitu merah, kuning, hitam, dan putih. jk-02/dsy

Berita Terbaru

Gerindra, Tahun 2029, Belum Bahas Cawapres

Gerindra, Tahun 2029, Belum Bahas Cawapres

Jumat, 06 Feb 2026 18:53 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saat ditanya terkait posisi cawapres 2029 pendamping Prabowo Subianto , Sekjen Partai Gerindra Sugiono menegaskan belum ada…

Ribuan Hufadz Gelar Semaan Al Qur'an Berharap Sidoarjo, Makmur Aman dan Damai

Ribuan Hufadz Gelar Semaan Al Qur'an Berharap Sidoarjo, Makmur Aman dan Damai

Jumat, 06 Feb 2026 18:42 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo  - Ribuan masa Hafidz memadati Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) Ke …

Pilpres 2029, PAN Ajukan Zulhas Dampingi Prabowo

Pilpres 2029, PAN Ajukan Zulhas Dampingi Prabowo

Jumat, 06 Feb 2026 18:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:40 WIB

Wakil Ketua Umum PAN Tegaskan Dukung  Prabowo, tak Sepaket dengan Gibran Rakabuming Raka, Juga PKB     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kini, ada sejumlah partai …

Pengondisian Jalur merah, Tiap Bulan Rp 7 Miliar

Pengondisian Jalur merah, Tiap Bulan Rp 7 Miliar

Jumat, 06 Feb 2026 18:38 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:38 WIB

Modus Suap Importir PT Blueray ke Para Oknum Dirjen Bea Cukai Temuan KPK   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyebut para oknum Bea Cukai juga menyewa safe …

Usai Uang Asing, Ada Suap dengan Logam Mulia

Usai Uang Asing, Ada Suap dengan Logam Mulia

Jumat, 06 Feb 2026 18:35 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK mulai menganalisis fenomena suap dengan emas.  Dalam OTT terhadap pejabat Bea Cukai Jakarta, KPK sita Logam mulia seberat 2,5 …

Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Diduga Tersandung Suap

Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Diduga Tersandung Suap

Jumat, 06 Feb 2026 18:31 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Fitroh Rohcahyanto, pimpinan KPK berlatar belakang jaksa  menyatakan OTT di PN Depok, berkaitan dengan dugaan suap pengurusan …