Menag Ikhlas Penyelenggaraan Haji Keluar dari Kemenag

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Momen Menteri Agama Nasaruddin Umar, bersama Menteri Hukum Supratman Andi Agtas saat mengesahkan UU yang mengatur Kementerian Haji dan Umrah.
Momen Menteri Agama Nasaruddin Umar, bersama Menteri Hukum Supratman Andi Agtas saat mengesahkan UU yang mengatur Kementerian Haji dan Umrah.

i

Legislator Minta Kementerian Haji dan Umrah Harus Selesaikan Masalah Kuota hingga Pengelolaan Dana Haji

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Akhirnya kementerian agama membuka diri suka duka kelola penyelenggara haji dan umroh. Menag Nasaruddin Umar, ikhlas Penyelenggara Haji diserahkan ke Kementerian Haji dan Umrah. Mengingat proses ini  telah disahkan menjadi Kementerian Haji dan Umrah.

Menag Nasaruddin Umar, optimistis perubahan ini akan membuat penanganan proses ibadah haji umat Islam Indonesia lebih baik.

Rabu (27/8), Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Selly Andriany Gantina, mengingatkan persoalan fundamental usai pembentukan Kementerian Haji dan Umrah. Dia meminta kementerian baru itu harus bisa menyelesaikan masalah kuota hingga pengelolaan dana haji.

"Kementerian baru ini harus mampu menjawab persoalan fundamental yang selama ini menjadi perhatian jamaah, mulai dari kepastian kuota, efisiensi penerbangan, kualitas akomodasi dan konsumsi, hingga transparansi dalam pengelolaan dana haji. Reformasi manajemen yang profesional dan akuntabel menjadi kunci agar perubahan ini benar-benar berdampak positif bagi jamaah," kata Selly Andriany saat dihubungi, Rabu (27/8/2025).

Selly meminta pembentukan kementerian jadi momentum perbaikan sistem secara menyeluruh. Dia juga mengingatkan pentingnya penyiapan standar pelayanan minimal (SPM) yang jelas dan terukur.

"Sehingga jemaah haji memperoleh kepastian hak atas layanan sejak keberangkatan, saat berada di tanah suci, hingga kembali ke tanah air. Kami akan mengawal agar setiap kebijakan yang diambil oleh Kementerian Haji dan Umrah berpihak pada jamaah, bukan semata-mata menambah lapisan birokrasi," tuturnya.

Selly menyebut perubahan Badan Pengelola Haji menjadi Kementerian Haji dan Umrah menjadi langkah strategis. Dia yakin, Kementerian Haji dan Umrah juga bisa memperkuat hubungan diplomasi antara negara Indonesia dan Arab Saudi.

"Posisi Indonesia akan lebih kuat dalam menjalin diplomasi dengan Pemerintah Arab Saudi, mengingat penyelenggaraan ibadah haji sangat erat kaitannya dengan hubungan antarnegara, menuju Visi Saudi 2030 dan terwujudnya ekosistem ekonomi haji seperti yang digaungkan Presiden Prabowo dengan Kampung Haji Indonesia. Hal ini sekaligus menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam memastikan pelayanan haji yang lebih berdaulat," jelasnya.

 

Pembentukan Struktur Organisasi

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, Luky Alfirman, mengatakan saat ini sedang dalam tahap pembentukan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) satu kementerian dan dua badan baru tersebut. Terkait hitung-hitungan anggaran juga masih berlangsung.

"Itu nanti oleh Setneg lagi diurus karena kan bentuk SOTK-nya dulu. (Hitung-hitungan anggaran) masih on going," kata Luky kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Luky tidak menampik saat ditanya apakah anggarannya akan berasal dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN), yaitu bagian anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tidak dikelompokkan dalam bagian anggaran kementerian/lembaga (K/L) dan dikelola Menteri Keuangan.

"Iya itu nanti teknisnya saja, (untuk detailnya) belum, kan tadi masih proses," imbuhnya.

Sebagai informasi, pembentukan Kementerian Haji dan Umrah diatur dalam RUU Perubahan Ketiga UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah yang disahkan pada Selasa (26/8/2025) dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-4 Masa Sidang I Tahun Sidang 2025-2026. Pengelolaan ibadah haji akan berada di bawah kementerian tersebut, bukan lagi tanggung jawab Kementerian Agama.

 

Menag Nasaruddin Optimis

"Kita berdoa, semoga Insyaallah optimis. Saya sendiri sangat optimis bahwa dengan adanya lembaga baru ini, Presiden akan memberikan hadiah terbaik buat umat Islam," kata Menag Nasaruddin seusai acara Demi Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, kemarin (27/8/2025).

Dia berharap dengan dipisahkannya pelaksanaan haji dalam badan penyelenggara tersendiri akan membuat fokus dalam pengurusannya. Dia ingin pelaksanaan haji jadi lebih baik ketimbang saat diurus di Kementerian Agama.

"Nah dengan terkonsentrasinya ada kementerian Haji, lembaga tersendiri, kita berharap lebih baik daripada ketika masih berada di Kementerian Agama dulu," sambungnya.

Nasaruddin mengaku akan kecewa berat bila pelaksanaannya jadi lebih buruk. Padahal menurutnya, ini harus jadi kesempatan agar proses pelaksanaan haji umat Islam Indonesia jadi lebih baik.

"Tentu kita kecewa kalau sebaliknya ya kan. Udah pindah berkonsentrasi, tapi penyelenggarannya tidak seperti yang diharapkan," sambungnya.

 

Rumit Layani 220 Ribu

Menteri Agama  Nasaruddin Umar mengakui  rumitnya melayani lebih dari 220 ribu jemaah dengan berbagai kebutuhan berbeda. Apalagi jemaah haji  datang dari berbagai kalangan.

"Contoh makanan saja, ada yang suka pedas, ada yang nggak suka pedas. Padahal dapurnya sama. Ada yang mau AC, ada yang nggak mau AC. Bagaimana bisa memberikan kepuasannya supaya mereka? Ada yang nggak mau kipas angin, ada yang minta kipas angin. Mereka bertengkar, kita yang salah," kata Nasaruddin seusai acara Demi Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, kemarin (27/8/2025).

Sayang Menag baru ini tidak mengungkap dugaan korupsi penyelenggara haji era Menteri Agama sebelumnya, Yaqut Cholil Qoumas.  

"Kita selama 70 tahun mengelola haji, banyak suka-dukanya. Sukanya karena kita menghajikan orang yang belum haji, menyelenggerahkan rukun islam yang kelima, kemudian melihat orang bahagia. Lupa, lelah, lupa, celahnya sama diri kita. Tapi dukanya itu ya, itu tadi. Pertama capek, banyak dikritik orang. Kemudian juga kita berusaha untuk melakukan sesuatu yang terbaik," katanya.

Selain itu,  Nasaruddin Umar, mengatakan tantangan Kemenag saat mengurus haji  adalah proses pendaftaran. Kata dia, para pendaftar haji banyak juga yang berasal daerah terpencil.

"Pada saat pendaftaran, kadang-kadang kita 2 hari 2 malam berjalan ke desa-desa terpencil. Meminta tanda tangannya. Tanda tangan Visa, tanda tangan bank, tanda tangan untuk haji. Kadang-kadang kita ke pulau-pulau terpencil, melawan ombak yang sangat luar biasa," ungkapnya.n erc/jk/cr4/rmc

Berita Terbaru

Satlantas Polres Madiun Perketat Patroli di Jalur Rawan Macet dan Kecelakaan

Satlantas Polres Madiun Perketat Patroli di Jalur Rawan Macet dan Kecelakaan

Sabtu, 10 Jan 2026 18:01 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 18:01 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Madiun memperketat pengawasan lalu lintas dengan menggelar patroli strong point di sejumlah jalur …

HUT ke-53 PDI Perjuangan, Deni Wicaksono Tegaskan Satyam Eva Jayate Jadi Jangkar Kebenaran Partai

HUT ke-53 PDI Perjuangan, Deni Wicaksono Tegaskan Satyam Eva Jayate Jadi Jangkar Kebenaran Partai

Sabtu, 10 Jan 2026 11:46 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan menjadi momentum konsolidasi ideologis dan penguatan kerja kerakyatan di tengah…

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Tri turut ambil bagian dalam ajang Liga Tendang Bola (LTB) 2026, sebuah l…

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Peristiwa Pemilihan Lokasi Dapur SPPG di Samping Peternakan Babi di Sragen, Resahkan Masyarakat      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Lagi, Wakil Ketua Komisi IX …

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, resmi ditetapkan sebagai tersangka. Dia diduga terlibat kasus dugaan korupsi…

PP Muhammadiyah dan PBNU Campuri Laporan ke Komika

PP Muhammadiyah dan PBNU Campuri Laporan ke Komika

Jumat, 09 Jan 2026 19:01 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:01 WIB

Pelapor Dugaan Penistaan Agama ke Pandji Pragiwaksono Bukan Sikap Resmi Persyarikatan           SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah me…