Selebritas Bertanya ke Puan Beserta jajarannya, Tolong Segera Jawab Atas Segala Keresahan Rakyat

author Jaka Sutrisna

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Berbagai selebritis mengungkapkan kekecewaan atas insiden ricuhnya demo di DPR. (foto: tangkap layar instagram kiky saputri)
Berbagai selebritis mengungkapkan kekecewaan atas insiden ricuhnya demo di DPR. (foto: tangkap layar instagram kiky saputri)

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Keresahan rakyat juga diungkapkan selebritas Indonesia. Mereka tak cuma berduka dan mengunggah emotikon mawar merah layu dan patah hati. Seruan untuk mengawal kasus ini digaungkan melalui akun Instagram para selebritas.

Indonesia baru merayakan 80 tahun kemerdekaan pada 17 Agustus 2025. Agustus belum habis, duka justru menyelimuti Indonesia.

Bulan Agustus harusnya bulan kita merayakan kemerdekaan Indonesia, tapi kenyataannya kita belum merdeka sama sekali. Kita masih dijajah sama pemerintah Indonesia sendiri," tulis Leony dilihat Jumat (29/8/2025).

Sedangkan Kiky Saputri membuat pernyataan terbuka mencolek Komandan Korps Brimob Polri Imam Widodo dan Pimpinan DPR Puan Maharani.

"Yth. Komandan Korps Brimob Polri Imam Widodo
Tolong segera ditindak lanjuti kejadian yang menewaskan 1 manusia akibat kelalaian anggota Bapak. Kalau bisa malam ini juga segera melakukan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia," tulisnya.

"Yth. Pimpinan DPR Ibu Puan Maharani beserta jajarannya.
Tolong segera beri jawaban dari segala keresahan dan tuntutan yang sudah disuarakan. Bukankah wakil rakyat harusnya mendengarkan suara rakyat?" sambung Kiky Saputri.
Di negeri yang gelap, satu nyawa terhenti atas matinya nurani penguasa.
Kami berduka, menunduk hormat pada nyawa yang berani bersuara untuk kita semua," tulis musisi Alffy Rev.

"Hati ini teriris... doa untuk bapak ojol semoga mendapat keadilan Semoga kami pun bisa ikut bantu keluarga Bapak nya. 'Tiada yang sebanding dengan nyawa yang hilang. Duka ini terlalu dalam untuk diukur dengan kata'," ungkap Atta Halilintar.

"Malam ini gelap sekali, seolah nihil harapan. Kini semua yang berteriak kencang hanya bisa berharap cemas menunggu tembok tebal tersebut dihancurkan Tuhan," tulis Ashira Zamita.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun..ya Allah...ya Allah...belum bisa berhenti hati ini bersedih ya Allah...kejadian hari ini membuat hati ini hancur dan marah..semarah2 nya...," tulis Surya Saputra.

Maia Estianty juga menuliskan ungkapan dukanya terhadap peristiwa yang menewaskan seorang driver ojol itu.

"KALAU BEGINI, MAU SALAHKAN SIAPA ??? Melihat video selintas, bentrok demo di DPR, dan kemudian ada kejadian mobil rantis BRIMOB melindas sopir ojol.... Ngenes... dan sedih...
Yaa Allah, kok sampai seperti ini....
Yang terlewat di pikiranku saat melihat videonya adalah, demo memang harus dijaga oleh aparat, tapi kalau tindakan semena-mena itu diluar nurul....
Driver ojol Affan Kurniawan, semoga jiwamu diterima di sisi Allah swt...
Dan kira2 petugas yang bertugas, kejadian seperti ini bisa malah membuat banyak warga makin geram....
Semoga keluarga yang ditinggalkan, diberikan keikhlasan dan kesabaran luar biasa....
Dan aku hanya rakyat biasa yang hanya bisa berdoa dan sekaligus terbengong-bengong...
Kira2 menurut pendapat kalian bagaimana guys???" tulisnya diakhiri dengan emoji menangis.

Tamparan Keras
Pasha menyebut insiden yang merenggut nyawa Affan merupakan tamparan keras bagi semua pihak. Menurutnya, siapapun harus bertanggung jawab atas kejadian yang sampai memakan korban jiwa.

Anggota DPR RI Sigit Purnomo alias Pasha melayat ke rumah duka Affan Kurniawan yang meninggal dunia terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob. Pasha menyampaikan duka sekaligus ingin membantu prosesi pemakaman almarhum

"Apapun alasannya, apapun penyebabnya, kita minta ada pihak yang bertanggung jawab. Ini tentu sedihnya kita semua, sakitnya kita semua. Kita minta seluruh pihak betul-betul menjaga kondusivitas agar tidak ada lagi korban jiwa selanjutnya," tegasnya.
Pasha mengaku terharu melihat ketabahan keluarga Affan. Dia berjanji memberikan bantuan kepada keluarga sopir ojek online (ojol) tersebut.

"Ya insyaallah, tadi kami sudah sampaikan kepada keluarga untuk urusan sampai ke penguburan, biarlah kalau diizinkan, kalau diizinkan biarlah nanti bisa kami bantu," katanya. jk/erc/rmc

Berita Terbaru

PDIP Surabaya Tegaskan Regenerasi Lewat Rapat Konsolidasi PAC

PDIP Surabaya Tegaskan Regenerasi Lewat Rapat Konsolidasi PAC

Sabtu, 31 Jan 2026 10:12 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 10:12 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya  -  Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar Rapat Konsolidasi Pengurus Anak Cabang (PAC) bersama Ketua, S…

Demokrat Jatim Gelar Retreat, Emil Dardak Sebut Momentum Refleksi dan Pengabdian

Demokrat Jatim Gelar Retreat, Emil Dardak Sebut Momentum Refleksi dan Pengabdian

Sabtu, 31 Jan 2026 08:44 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 08:44 WIB

Surabaya, SURABAYAPAGI.COM – DPD Partai Demokrat Jawa Timur menggelar retreat sebagai ruang jeda bagi para kader untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat a…

Fraksi PDIP Jatim minta Perda Perlindungan Perempuan dan Anak segera di Implementasikan

Fraksi PDIP Jatim minta Perda Perlindungan Perempuan dan Anak segera di Implementasikan

Jumat, 30 Jan 2026 20:30 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 20:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Angka pernikahan dini di Jawa Timur masih mengkhawatirkan. Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) Kementerian A…

KPK Dalami Penerapan Pasal Kerugian Negara ke Eks Menag

KPK Dalami Penerapan Pasal Kerugian Negara ke Eks Menag

Jumat, 30 Jan 2026 18:45 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 18:45 WIB

Pakar dan Praktisi hukum Sarankan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Dibidik TPPU, Bukan hanya Suap dan Gratfikasi   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK …

Gus Yahya Jadi Ketum PBNU Lagi

Gus Yahya Jadi Ketum PBNU Lagi

Jumat, 30 Jan 2026 18:43 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 18:43 WIB

Usai Kirim Surat Minta Maaf dan Siap Pimpin Munas     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Sempat ditangguhkan, kini jabatan Ketua Umum PBNU, yang dipegang Gus Yahya …

DPR RI Kritik Kementerian PPPA

DPR RI Kritik Kementerian PPPA

Jumat, 30 Jan 2026 18:41 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 18:41 WIB

Hingga Satu Tahun, tak Pernah Lakukan Pemberdayaan Perempuan     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Rapat Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Pemberdayaan P…