Aksi Demo di Lamongan Berhasil Lepaskan Temannya yang Sempat Diamankan

author Muhajirin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto saat bernegosiasi dengan massa dalam aksi unjuk rasa di depan Mapolres. SP/MUHAJIRIN
Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto saat bernegosiasi dengan massa dalam aksi unjuk rasa di depan Mapolres. SP/MUHAJIRIN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Kekuatiran demo di Lamongan bakal berakhir ricuh akhirnya tidak terjadi. Aksi unjuk rasa yang digelar di depan Kantor Kepolisian Resort Lamongan  pada Senin (1/9/2025) berlangsung cukup damai, bahkan para pendemo ini berhasil membebaskan  temanya yang sempat diamankan sebelum demo berlangsung.

Massa yang terbagi menjadi  dua kelompok mahasiswa ini saling bergantian melakukan aksi unjuk rasa, untuk menyampaikan aspirasinya di Polres Lamongan, yang langsung diterima oleh Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto beserta jajarannya.

Aspirasi yang disampaikan pun beragam, mulai dari penegakan hukum tidak pandang bulu,  reformasi kepolisian, dan usut tuntas kematian Affan Kurniawan ojek online saat demo di Jakarta beberapa waktu lalu. 

"Kami datang ke sini untuk menyampaikan beberapa tuntutan, diantaranya reformasi Polri, penegakan hukum, adili polisi yang arogan hingga menyebabkan Affan Kurniawan yang meninggal dunia, dalam aksi di Jakarta,"  kata korlap aksi Yoga Saputra.

Selain itu, massa aksi dari kelompok yang menggunakan pakaian serba hitam ini juga menuntut Polres Lamongan melepaskan kembali kawannya yang diamankan di Mapolres setempat beberapa jam sebelum aksi unjuk rasa berlangsung.

Ketegangan pun sempat terjadi ketika massa tetap menginginkan temannya untuk dibebaskan. Setelah dilakukan negosiasi antara koordinator lapangan dan petugas kepolisian, akhirnya para pelajar yang terdiri dari 21 pelajar mulai SMP, SMA, dan SMK tersebut dilepaskan dan kembali ke rombongan.

Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto menyebutkan, pelajar yang dilepaskan tersebut,  mayoritas masih berstatus siswa SMP, SMA, dan SMK. Mereka diamankan aparat di berbagai tempat sebelum aksi dimulai karena terindikasi akan bergabung dalam rombongan demonstran.

"Setelah kita lakukan pendataan dan pembinaan, akhirnya pelajar tersebut kita lepaskan kembali. Mereka kita amankan untuk menyelamatkan mereka dari provokasi, dan aksi anarkisme karena terindikasi akan ikut dalam aksi unjuk rasa," ujarnya.

Usai 21 pelajar dibebaskan oleh Polres, aksi unjuk rasa di depan Mapolres pun selesai, dan massa kembali ke rumahnya masing-masing dengan tetap pantauan kepolisian.

Kapolres dalam kesempatan itu juga meminta kepada masyarakat, untuk tetap tenang, tidak gampang terprovokasi dan nge-share hal-hal yang dirasa tidak sesuai dengan fakta.

"Mari kita jaga desa dan kota Lamongan kita secara bersama - sama, saya bersama jajaran terus berkomunikasi dengan semua tokoh, untuk kita mintai ikut memberikan pemahaman dengan situasi dan kondisi sekarang ini, agar kedamaian tetap terjaga," ujarnya. jir

Berita Terbaru

Puncak Skandal Ponorogo, Bupati Nonaktif Sugiri Dituntut 7 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Jabatan dan Proyek RSUD

Puncak Skandal Ponorogo, Bupati Nonaktif Sugiri Dituntut 7 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Jabatan dan Proyek RSUD

Selasa, 14 Jul 2026 14:35 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Babak baru penanganan perkara korupsi yang mengguncang Pemerintah Kabupaten Ponorogo memasuki tahap krusial. Jaksa Penuntut Umum (…

MPLS SMP Muhammdiyah 15 Surabaya Kenalkan Budaya Sekolah Islami dan Bertoleransi Antar Umat Beragama

MPLS SMP Muhammdiyah 15 Surabaya Kenalkan Budaya Sekolah Islami dan Bertoleransi Antar Umat Beragama

Selasa, 14 Jul 2026 14:31 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - MPLS yang di selenggarakan oleh SMP Muhammadiyah 15 surabaya tak kalah menarik untuk di jadikan contoh oleh sekolah lain. MPLS…

Musim Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Tegas Larang Masyarakat Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api

Musim Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Tegas Larang Masyarakat Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api

Selasa, 14 Jul 2026 14:29 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Memasuki musim kemarau yang disertai angin kencang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperketat pengawasan…

Dinas Pendidikan Blitar Masih Kaji Ulang Penggabungan Tiga Sekolah Dasar

Dinas Pendidikan Blitar Masih Kaji Ulang Penggabungan Tiga Sekolah Dasar

Selasa, 14 Jul 2026 14:27 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar -Tiga Sekolah Dasar di wilayah kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar tidak memperoleh Siswa maupun Siswi baru saat  PPDB (Penerimaan …

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Disdikbud Jombang Rehabilitasi 25 Sekolah Negeri

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Disdikbud Jombang Rehabilitasi 25 Sekolah Negeri

Selasa, 14 Jul 2026 14:10 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)…

Bikin Heboh! Kopdes Merah Putih Gedangan Malang Berdiri di Seberang Sungai

Bikin Heboh! Kopdes Merah Putih Gedangan Malang Berdiri di Seberang Sungai

Selasa, 14 Jul 2026 13:27 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 13:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Baru-baru ini sejumlah netizen hingga warga dihebohkan dengan adanya bangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di…