SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kondisi masyarakat saat ini telah berangsur normal. Ini menandakan keberhasilan sinergi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas.
"Satu hari ini juga beliau memonitor seluruh keadaan dan mendapatkan laporan dari seluruh jajaran terkait bahwa kehidupan masyarakat telah kembali berhasil pulih seperti sedia kala," kata Mensesneg Prasetyo Hadi, Selasa (2/9/2025).
Oleh karena itu, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, aparat keamanan, serta jajaran pemerintahan baik pusat maupun daerah yang sigap bekerja sama menciptakan persatuan dan kedamaian pascadinamika yang terjadi beberapa hari terakhir. Prabowo dipastikan akan terus memantau dinamika di dalam negeri.
"Beliau (Presiden Prabowo Subianto) menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia, kepada seluruh jajaran aparat, baik aparat kepolisian maupun aparat TNI, kepada seluruh jajaran pemerintahan, baik tingkat pusat, kemudian kepala daerah, gubernur-bupati yang dengan cepat dapat saling bekerja sama," tambahnya.
Prabowo menilai kebersamaan tersebut mampu menghadirkan rasa persatuan, kerukunan, dan perdamaian di tengah masyarakat. Hal ini membuat kondisi nasional dapat segera kembali stabil dalam waktu singkat.
"Sehingga dinamika yang terjadi beberapa hari belakang ini dapat segera pulih dengan secepat-cepatnya," lanjut Pras.
Akhirnya, Presiden Prabowo Subianto memutuskan terbang ke China, Selasa semalam (2/9/2025). Prabowo berkunjung ke China memenuhi undangan Presiden Xi Jinping.
Sebelumnnya Prabowo dijadwalkan berangkat ke China pada Minggu 31 Agustus, namun karena terjadi aksi massa di Jakarta dan sejumlah daerah lain, rencana berangkat pada tanggal tersebut dibatalkan.
"Pada malam hari ini, Bapak Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju ke Beijing, China, untuk memenuhi undangan dari Presiden Xi Jinping yang sesungguhnya undangan tersebut mengharapkan kehadiran Bapak Presiden Prabowo dari tanggal 31 Agustus, namun karena adanya dinamika di dalam negeri, maka kemudian Bapak Presiden Prabowo memutuskan untuk menunda keberangkatan," jelas Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangan dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa malam (2/9/2025).
Prasetyo menjelaskan dalam beberapa hari belakangan ini, ada permohonan yang sangat (besar) dari Pemerintah China agar Presiden Prabowo menghadiri undangan Presiden Xi Jinping.
Paling tidak, di satu hari di acara peringatan 80 Tahun dan di acara parade militer Pemerintah China. jk/erc/rmc
Editor : Raditya Mohammer Khadaffi