Terkait PPPK Paruh Waktu, Bupati Kab. Sumenep, Fauzi: Sesuai Kemampuan Anggaran Daerah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Kab. Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH.MH
Bupati Kab. Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH.MH

i

SURABAYA PAGI Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep resmi mengusulkan sebanyak 5.000 tenaga honorer non - Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Usulan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk diproses lebih lanjut.

Bupati Kab. Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH.MH menegaskan, Jika langkah yang diambil itu ditempuh dengan berbagai pertimbangan yang matang, terutama terkait kemampuan fiskal daerah. Ungkapnya

Ia juga menekankan bahwa, Pemerintah daerah Kab. Sumenep, didalam melakukan penambahan beban belanja pegawai tidak boleh mengganggu stabilitas keuangan daerah itu sendiri.

“ Jadi, kita menyesuaikan dengan kemampuan uang APBD di daerah, artinya yang paling penting, adalah perhitungan kemampuan anggaran. Itu ,”

Ia juga menegaskan, bahwa Pemkab Sumenep tidak ingin terlalu gegabah dalam mengambil langkah hanya karena dorongan kebutuhan jangka pendek.

artinya kata dia, kebijakan Pemerintah ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi status honorer untuk menjaga keberlanjutan fiskal daerah. Tegasnya

Selain itu, Bupati Kab. Sumenep, menyebutkan bahwa, ribuan honorer yang diajukan oleh Pemerintah daerah merupakan tenaga yang telah lama mengabdikan dirinya di sebuah lembaga.

" Masalah pengabdiannya mereka bervariasi, ada yang bekerja dua tahun, lima tahun, bahkan hingga belasan tahun. Namun, semua keputusan tetap harus berimbang antara penghargaan terhadap pengabdian mereka dan kemampuan daerah menanggung konsekuensinya"

Usulan tersebut kata dia, menjadi bagian dari bentuk penghormatan terhadap dedikasi honorer dalam pelayanan publik.

Pemkab berharap, dengan adanya kepastian status nantinya dapat memotivasi dan memberikan layanan kualitas kepada masyarakat, dan tingkat kepercayaannya kepada pemerintah Kab. Sumenep bisa semakin meningkat. Jelasnya

Oleh karenanya, Pemerintah Kab. Sumenep, saat ini tetap mengakomodir dan menyesuaikan dengan kemampuan daerah, agar keberadaan PPPK paruh waktu itu tidak membebani anggaran di masa mendatang.ar

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…