SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sudah dua parpol yang merespon dorongan kepada pemerintah untuk membentuk tim investigasi dugaan makar terkait kericuhan akhir Agustus lalu.
Ketua DPP PKB Daniel Johan menilai dorongan kepada pemerintah untuk membentuk tim investigasi dugaan makar terkait kericuhan yang belakangan terjadi di Indonesia bagian dari aspirasi dan masukan. Dia tak mempermasalahkan pembentukan tim tersebut asalkan bekerja secara adil dan independen.
"Saya rasa ini aspirasi dan masukan. Yang penting baik tim investigasi korban maupun makar, itu semangatnya satu napas membentuk tim pencari fakta independen dan berkeadilan untuk mengetahui secara pasti apa yang sesungguhnya terjadi sesuai fakta yang ada," kata Daiel kepada wartawan, Selasa (9/9/2025).
Menurutnya, pembentukan tim investigasi dugaan makar agar tidak hanya sekadar desas-desus yang berujung menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Sehingga, penegak hukum juga bisa mengambil langkah tegas.
"Agar hal ini tidak sekadar menjadi desas-desus yang tidak jelas yang semakin menimbulkan kekhawatiran masyarakat, agar bisa segera diambil tindakan yang tegas dan tepat sesuai fakta-fakta senyatanya," ujarnya.
"Sekaligus agar semuanya punya dasar untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang cepat dan efektif sekaligus antisipasi yang perlu dilakukan," lanjutnya.
Lebih Besar Ketimbang Kericuhan 1998
Senior PDIP, Hendrawan Supratikno, mengatakan kerusakan akibat kericuhan tersebut lebih besar ketimbang kericuhan pada tahun 1998.
"Sampai sekarang masyarakat terus bertanya-tanya, kekuatan dan kepentingan politik mana saja yang bermain, siapa sponsor dana pergerakan yang meluas ini, siapa yg memberi komando pergerakan yg mempertontonkan mobilitas terstruktur ini, termasuk yang bermain di dunia digital, dan mengapa semua ini terjadi? Dari skala kerusakan yang ditimbulkan, rangkaian demo akhir Agustus tersebut lebih besar dari 1998," ujar Hendrawan kepada wartawan, Minggu (7/9/2025).
Baginya, bangsa yang besar adalah bangsa yang secara jujur mau mengoreksi kesalahan yang dilakukannya. Tidak boleh terkungkung dalam kemunafikan permanen.
Sebelumnya, BEM SI dan Cipayung Plus bertemu dengan Mensesneg Prasetyo Hadi dan Mendiktisaintek Brian Yuliarto di Istana Presiden pada Kamis (4/9). Mereka meminta Presiden Prabowo agar membentuk tim investigasi dugaan makar. n jk/erc/rmc
Editor : Moch Ilham