Kesetaraan Layanan Jadi Fokus Utama RSUD dr. Soetomo Surabaya

author Riko Abdiono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - RSUD dr. Soetomo Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang setara bagi seluruh pasien, baik peserta BPJS Kesehatan maupun pasien umum. Melalui program “Peningkatan Kesetaraan Layanan”, rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Timur ini berupaya memastikan tidak ada lagi perbedaan perlakuan dalam akses maupun kualitas layanan.

Direktur RSUD dr. Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, dr., Sp.DVE., Subsp.DAI., FINSDV., FAADV, MARS menegaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar penyesuaian administratif, melainkan transformasi mendasar dalam budaya pelayanan rumah sakit.

“Kami tidak ingin ada persepsi, apalagi praktik, yang membedakan pelayanan antara pasien BPJS dan umum. Semua pasien berhak mendapatkan layanan terbaik sesuai standar,” ujarnya.

Menurut Prof. Cita, rumah sakit harus menjadi ruang yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Apalagi, RSUD dr. Soetomo setiap harinya melayani ribuan pasien rujukan dari berbagai daerah di Jawa Timur bahkan luar provinsi.

Program “Peningkatan Kesetaraan Layanan” dijalankan melalui tiga strategi utama. Pertama, perbaikan fasilitas rawat jalan dan rawat inap agar kenyamanan serta keamanan pasien setara tanpa membedakan status kepesertaan.

Kedua, penyesuaian SOP pelayanan, sehingga alur pemeriksaan, perawatan, hingga tindakan medis sama bagi semua pasien. Ketiga, pengawasan mutu layanan melalui pembentukan tim audit internal yang bertugas memastikan prinsip kesetaraan berjalan konsisten, serta menindak cepat jika ditemukan indikasi diskriminasi.
“Langkah-langkah tersebut menjadi fondasi agar pelayanan yang diberikan benar-benar berlandaskan profesionalisme, bukan status kepesertaan pasien,” jelas Prof. Cita.

Sejak program ini diluncurkan, sejumlah capaian positif mulai terlihat. Jumlah pengaduan diskriminasi pelayanan menurun, sementara tingkat kepuasan pasien meningkat, baik peserta BPJS maupun umum. Rata-rata waktu tunggu pasien BPJS kini juga semakin mendekati pasien umum, sehingga mengurangi kesenjangan yang sebelumnya menjadi sorotan publik.

“Tujuan kami jelas: menciptakan lingkungan layanan yang inklusif, profesional, dan berkeadilan. Tidak boleh ada stigma bahwa pasien BPJS harus menunggu lebih lama atau mendapat fasilitas berbeda,” tegas Prof. Cita.

RSUD dr. Soetomo merupakan rumah sakit dengan beban layanan terbesar di Jawa Timur, dengan lebih dari 1,5 juta kunjungan pasien setiap tahun. Data dalam Laporan SAKIP 2025 menyebutkan bahwa 87 persen pasien di RSUD dr. Soetomo adalah peserta BPJS Kesehatan, menandakan mayoritas layanan rumah sakit ditujukan bagi masyarakat pemegang JKN.

Selain itu, beberapa laporan menyebut jumlah pasien rujukan BPJS di rumah sakit ini pada periode tertentu di tahun 2025 mencapai 21.000–37.000 pasien, bahkan dalam rentang lebih luas disebut bisa mencapai 100.000 rujukan. Angka tersebut merefleksikan tingginya volume rujukan, meski bukan merupakan data kumulatif tahunan.

Sebagai rumah sakit kelas A, RSUD dr. Soetomo juga menyiagakan sekitar 1.300 tempat tidur dan ribuan tenaga medis saat puncak layanan, memperlihatkan besarnya kapasitas yang harus dikelola setiap harinya.

Meski capaian positif sudah terlihat, tantangan tetap ada. Persepsi publik yang sudah lama terbentuk bahwa pelayanan BPJS identik dengan antrean panjang dan fasilitas terbatas perlu diubah secara bertahap. Menurut Prof. Cita, perubahan persepsi ini membutuhkan konsistensi pelayanan dan komunikasi yang baik kepada masyarakat.

Sebagai rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Timur, RSUD dr. Soetomo menegaskan tanggung jawabnya untuk menjadi teladan dalam pelayanan kesehatan yang adil. Dengan dukungan teknologi digital, pengawasan ketat, serta komitmen manajemen, RSUD dr. Soetomo optimistis dapat menjadi role model nasional dalam penerapan kesetaraan layanan.

“RSUD dr. Soetomo harus menjadi contoh bagi rumah sakit lain di Indonesia, bahwa pelayanan setara bukan hanya mungkin, tetapi wajib diterapkan,” pungkas Prof. Cita. Rko

Berita Terbaru

Pembangunan KDKMP Tercepat Nasional, Dandim Lamongan Paparkan Keberhasilannya di Hadapan Presiden dan Petinggi TNI

Pembangunan KDKMP Tercepat Nasional, Dandim Lamongan Paparkan Keberhasilannya di Hadapan Presiden dan Petinggi TNI

Rabu, 04 Feb 2026 19:11 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Komandan Kodim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, terpilih mewakili Kodam V/Brawijaya, mendapatkan penghormatan…

Ini 5 Alasan Mengapa Spek iPhone 16 Pro Max Masih Sangat "Future-Proof" Hingga 5 Tahun ke Depan

Ini 5 Alasan Mengapa Spek iPhone 16 Pro Max Masih Sangat "Future-Proof" Hingga 5 Tahun ke Depan

Rabu, 04 Feb 2026 18:44 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 18:44 WIB

SurabayaPagi.com :  Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk memiliki iPhone terbaru, mengetahui harga iphone 16 pro max serta spesifikasinya sangat penting. …

Kejati Jatim Tahan Direktur PT Buana Jaya Surya Kasus Korupsi Pengadaan SMK

Kejati Jatim Tahan Direktur PT Buana Jaya Surya Kasus Korupsi Pengadaan SMK

Rabu, 04 Feb 2026 18:28 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 18:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Upaya penegakan hukum terhadap praktik korupsi di sektor pendidikan kembali menunjukkan perkembangan signifikan. Kejaksaan Tinggi J…

PT Zam-Zam Klaim Sudah Urus Izin, Tapi Dokumen di SIMBG Belum ada Perubahan

PT Zam-Zam Klaim Sudah Urus Izin, Tapi Dokumen di SIMBG Belum ada Perubahan

Rabu, 04 Feb 2026 17:51 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - PT Zam-Zam pengembang perumahan Grand Zam-Zam mengklaim pihaknya sudah mengajukan izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk…

Korbinmas Baharkam Polri Perkuat Peran Bhabinkamtibmas di Wilayah Gresik

Korbinmas Baharkam Polri Perkuat Peran Bhabinkamtibmas di Wilayah Gresik

Rabu, 04 Feb 2026 16:46 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Korbinmas Baharkam Polri terus mendorong penguatan peran Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan kepolisian dalam membangun hubungan y…

Rekomendasi Sepatu Puma Indonesia

Rekomendasi Sepatu Puma Indonesia

Rabu, 04 Feb 2026 16:39 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 16:39 WIB

SurabayaPagi.com :  Puma adalah merek yang berasal dari Jepang dan kemungkinan besar sudah banyak dikenal oleh kalangan masyarakat Indonesia dengan terkenalnya …