Jumat Berkah

Kerusuhan dan Perdamaian

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemerintah mengidentifikasi dalam aksi demo akhir Agustus lalu, ada kelompok perusuh yang menunggangi demonstrasi mahasiswa dan buruh. Kegiatan kerusuhan dituding untuk kepentingan mereka.

Kelompok perusuh saat masa Rasulullah secara umum adalah kaum Quraisy Mekah yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Abu Jahal dan Abu Lahab. Mereka  menentang ajaran Islam, serta kaum munafikin di Madinah yang dipimpin oleh Abdullah bin Ubay dan kaum Yahudi yang dipimpin oleh tokoh seperti Huyay bin Akhtab. Kelompok-kelompok ini menentang dakwah Nabi Muhammad SAW dan berusaha menggagalkan upaya penyebaran ajaran Islam.

Kaum Quraisy Mekah:

Merupakan kelompok yang paling awal memusuhi Rasulullah. Mereka adalah bangsawan dan orang kaya di Mekah yang merasa terancam dengan ajaran Islam yang membawa nilai-nilai persamaan derajat, keadilan, dan kejujuran, yang bertentangan dengan sistem sosial dan nilai-nilai yang mereka pegang.

Kaum Munafikin:

Muncul di Madinah setelah Nabi Muhammad SAW hijrah. Mereka berpura-pura masuk Islam namun memiliki niat untuk merusak dan menyusahkan kaum Muslimin dari dalam. Abdullah bin Ubay bin Salul adalah salah satu pemimpin utama mereka.

Kaum Yahudi:

Setelah Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Madinah, beberapa suku Yahudi yang tinggal di sana juga menjadi musuh bagi umat Muslim. Mereka merasa terancam dan tidak suka dengan keberadaan dan perkembangan ajaran Islam. Tokoh seperti Huyay bin Akhtab adalah salah satu pemimpin Yahudi yang aktif dalam permusuhan.

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih)….(al-Hujurat: 10).

Saat itu, Nabi Muhammad diakui sebagai juru damai yang handal. Terbukti, beliau berhasil mendamaikan dua kelompok –Bani Aus dan Bani Khazraj- yang sudah lama bertikai. Iya, kedua bani itu terlibat peperangan selama puluhan tahun sebelum Nabi Muhammad hijrah ke Madinah. Banyak korban berjatuhan dalam perang saudara tersebut. Bahkan, semua pemimpin Bani Aus dan Bani Khazraj gugur dalam perang Bu’ats. Perang ini terjadi lima tahun sebelum Nabi hijrah ke Madinah.

Ketika Nabi Muhammad di Madinah, keadaan menjadi damai. Bani Aus dan Khazraj tidak lagi berperang. Malah keduanya menjadi saudara seiman yang saling mendukung dan menghormati. Tidak ada lagi kebencian. Tidak ada lagi dendam di antara mereka. Yang ada adalah kerukunan dan perdamaian. Semuanya berbait kepada Nabi Muhammad. 

Namun demikian, ada kejadian dimana ‘api konflik’ itu masih tersulut. Dikisahkan, suatu ketika Bani Aus dan Khazraj sedang berkumpul dalam satu majelis untuk mendiskusikan suatu hal. Tiba-tiba ada seorang pemuda dari Bani Aus melantunkan sebait syair yang mengandung celaan terhadap Bani Khazraj. Tidak terima dengan ejekan tersebut, seseorang dari Bani Khazraj membalasnya.

Mereka kemudian saling serang. Tidak cukup sampai di situ, mereka pulang ke rumah dan mengambil senjatanya masing-masing untuk berperang. Tidak lama berselang, kabar pertikaian antara dua orang dari Bani Aus dan Bani Khazrah tersebut sampai ke telinga Nabi Muhammad. Dan pada saat bersamaan, Nabi Muhammad menerima wahyu Al-Qur’an Surat Ali Imrah ayat 102. ([email protected])

 

 

Oleh:

Hj. Lordna Putri

Berita Terbaru

GM For A Day 2026, Ar Vino Rasakan Pengalaman Jadi GM Cilik di Hotel Santika Gresik

GM For A Day 2026, Ar Vino Rasakan Pengalaman Jadi GM Cilik di Hotel Santika Gresik

Sabtu, 25 Jul 2026 21:30 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 21:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Memperingati Hari Anak Nasional, Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menggelar program GM For A Day 2026. Program edukatif i…

Sidang Maidi, Rofieq Akui Pernah Setor Rp900 Juta Diduga Sebagian Mengalir Ke APH 

Sidang Maidi, Rofieq Akui Pernah Setor Rp900 Juta Diduga Sebagian Mengalir Ke APH 

Sabtu, 25 Jul 2026 19:50 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 19:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) mencecar saksi Direktur PT Rajawali Indonesia Raya, Moch Rofieq Noe…

Soal Istilah ‘Londo Ireng’, PWI se-Madura Kecam Pernyataan Presiden Prabowo dan Serukan Solidaritas Pers

Soal Istilah ‘Londo Ireng’, PWI se-Madura Kecam Pernyataan Presiden Prabowo dan Serukan Solidaritas Pers

Sabtu, 25 Jul 2026 19:29 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 19:29 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep - Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) se-Madura menyuarakan kecaman tegas terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto, yang…

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat Gelar Pelayanan Publik Terpadu, Pastikan Keamanan Pangan Melalui Forum YASINAN

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat Gelar Pelayanan Publik Terpadu, Pastikan Keamanan Pangan Melalui Forum YASINAN

Sabtu, 25 Jul 2026 16:51 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 16:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumbawa Barat - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,…

Hutan Perhutani di Bukit Angel Ponorogo Terbakar 2 Hektar, Petugas Tidak Ada

Hutan Perhutani di Bukit Angel Ponorogo Terbakar 2 Hektar, Petugas Tidak Ada

Sabtu, 25 Jul 2026 16:05 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 16:05 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Kawasan hutan produktif milik Perhutani di kawasan Bukit Angel, Desa Tulung, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, mengalami k…

Elanno Arka Juara Adu Wani Wali Kota Cup 2026, Bidik Prestasi hingga Tingkat Nasional  ‎

Elanno Arka Juara Adu Wani Wali Kota Cup 2026, Bidik Prestasi hingga Tingkat Nasional ‎

Sabtu, 25 Jul 2026 15:00 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kerja keras dan latihan rutin membuahkan hasil bagi Elanno Arka Mahasura. Atlet muda binaan IBCA BFC MMA Kota Madiun itu sukses m…