Pelaku Penipuan Lowongan Kerja Diamankan Polisi, Terbongkar Setelah Dijebak Korban

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penipuan di Jombang Terbongkar Setelah Dijebak Korban
Penipuan di Jombang Terbongkar Setelah Dijebak Korban

i

SURABAYAPAGI.COM, Jombang – Tiko Kumoro (34), pria asal Desa Pekuwon, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, akhirnya harus berurusan dengan aparat penegak hukum setelah terungkap sebagai pelaku penipuan bermodus lowongan kerja. Ia ditangkap setelah dijebak oleh para korbannya sendiri dan diserahkan ke pihak kepolisian.

Kasus ini mencuat setelah 16 korban dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kediri, dan Sidoarjo, korban mengaku telah ditipu oleh Tiko dengan kerugian yang bervariasi antara Rp1 juta hingga Rp5 juta. Para korban kemudian membentuk grup WhatsApp untuk saling bertukar informasi dan melacak keberadaan pelaku. Total kerugian dari para korban mencapai Rp 49.050.000.

Salah satu korban, Nur Hidayat (19), warga Trowulan, Mojokerto, mengaku mengenal Tiko dari temannya, Dimas, pada Mei 2025. Saat itu, pelaku menawarkan pekerjaan sebagai buruh pabrik kabel di kawasan industri Ngoro dengan imbalan uang pendaftaran sebesar Rp5 juta. Karena Tiko mengaku memiliki hubungan keluarga jauh dengan pamannya, Nur Hidayat pun percaya dan melakukan transfer uang ke rekening pelaku. Ia juga sempat menandatangani surat perjanjian dan kuitansi yang ternyata hanya akal-akalan pelaku.

Korban lain, Ahmad Aji Maulana (25), warga Mojowarno, Jombang, mengalami hal serupa. Ia mengenal pelaku melalui Facebook dari akun bernama “Vendi Ahmad”, yang memposting lowongan kerja di minimarket. Setelah bertukar kontak dan bertemu di RTH Mojoagung, Tiko meminta uang sebesar Rp2,5 juta dengan alasan sebagai uang pelicin karena mengaku memiliki kenalan di bagian HRD. Namun, tak pernah ada panggilan kerja yang diterima.

Merasa ditipu, para korban menyusun strategi untuk menjebak pelaku. Pada Minggu (7/9/2025), salah satu korban berpura-pura menjadi pelamar kerja dan mengatur pertemuan dengan Tiko di Terminal Mojoagung. Begitu pelaku datang, ia langsung ditangkap oleh para korban dan warga sekitar. Tiko sempat menjadi sasaran amuk massa sebelum akhirnya diamankan oleh aparat kepolisian dan dibawa ke Polsek Mojoagung.

Tak hanya soal lowongan kerja, Tiko juga diduga melakukan penipuan dengan modus gadai mobil terhadap seorang warga Lamongan bernama Lutfi, yang mengalami kerugian sebesar Rp 21,5 juta. Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengaku telah menipu sedikitnya 30 orang dengan berbagai modus.

Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Polres Jombang untuk penanganan lebih lanjut. Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra, membenarkan bahwa pihaknya tengah menangani kasus tersebut dan pelaku masih menjalani proses hukum.

"Masih baru kami proses," ujar AKP Margono singkat saat dikonfirmasi, Sabtu (13/9/2025).

Sejumlah korban yang telah melapor ke Polres Jombang antara lain Infantri Julio Fasim (23) dari Prambon, Sidoarjo, Hendi, Aji, dan M Robitul Muslimin, dengan kerugian mulai dari Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran kerja yang tidak jelas dan meminta imbalan uang di awal proses.

Masyarakat diimbau agar selalu memverifikasi informasi lowongan kerja melalui kanal resmi dan menghindari transaksi pribadi dengan pihak yang tidak terpercaya.jbg-01/raf

 

 

Berita Terbaru

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Suasana haru dan penuh harapan mengiringi langkah skuad muda WCP Pasopati Academy U-10 saat bersiap menapaki panggung internasional. …

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan fitur antrean online pada Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik mulai 1 April 2026 guna …

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Dugaan pencaplokan wilayah laut kembali mencuat di pesisir Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kawasan yang b…