SURABAYAPAGI.com, Jombang - Memasuki musim kemarau di tahun ini, para petani di Dusun Semberjo, Desa Sumberteguh, Kecamatan Kudu Jombang mulai melirik potensi tanaman bayam merah sebagai komoditas alternatif, lantaran hasil panen dan penjualannya yang menjanjikan.
Menurut Sunari, salah satu petani bayam merah setempat mengaku dirinya sudah lama menanam bayam. Namun baru tahun ini mencoba menanam varietas bayam merah dibandingkan bayam hijau.
“Baru saja panen bayam merah. Panennya ini diambil bijinya, bukan daunnya. Karena bukan bayam sayur,” jelasnya, Minggu (14/09/2025).
Karena sebelumnya, Sunari lebih sering menanam bayam hijau. Namun dari sisi harga, bayam merah dinilai lebih menguntungkan. Dalam sekali panen, Sunari mampu memperoleh sekitar 40 kilogram biji bayam merah.
“Harga biji bayam merah sekarang Rp 40 ribu per kilogram. Kalau yang hijau Rp 30 ribu per kilogramnya. Memang bijinya lebih banyak yang hijau, tapi bayam merah tetap lebih untung karena harga jualnya lebih tinggi. Selain itu, tanaman ini juga cukup cepat dipanen. Hanya membutuhkan waktu sekitar 70 hari sejak tanam,” terangnya.
Sedangkan menyoal pemasaran, para petani di wilayah Jombang tidak mengalami kesulitan dikarenakan sudah ada pengepul setiap musimnya.
“Sudah ada bakul (pengepul) yang ambil. Di sini rata-rata petani kalau musim kemarau tanam bayam atau tembakau. Pembelinya sudah ada,” bebernya.
Meski demikian, dirinya belum mengetahui pasti untuk apa biji bayam itu. Namun kondisi cuaca belakangan ini sangat mendukung pertumbuhan tanaman bayam. Harga jual yang relatif tinggi dan waktu tanam yang singkat, bayam merah menjadi salah satu alternatif tanaman yang menjanjikan bagi petani di musim kemarau.
“Sekarang cuacanya cocok, karena hujannya tidak sering. Di sini selain tembakau, banyak menanam bayam. Setelah ini persiapan tanam padi lagi,” kata Sunari. jb-01/dsy
Editor : Desy Ayu