SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dipertahankan) setempat memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi untuk petani di daerah itu aman tersedia hingga akhir 2025.
Sementara itu, untuk sisa alokasi pupuk bersubsidi saat ini masih sekitar 40 persen dari kuota awal dan tergolong aman. Meski demikian, pihaknya juga telah mengajukan realokasi tahap ketiga pada September ini.
“Meski sisa alokasi sekitar 40 persen, kami pastikan stoknya aman untuk kebutuhan petani. Kami juga sudah mengajukan realokasi tahap ketiga,” jelas Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dipertahankan Ponorogo Tamar Mahara, Jumat (19/09/2025).
Pihaknya merinci, pada awal tahun Pemkab Ponorogo memperoleh tiga jenis pupuk bersubsidi, masing-masing urea 30.466 ton, NPK 22.348 ton, dan organik 4.517 ton. Setelah dua kali realokasi, jumlahnya bertambah menjadi urea 35.782 ton, NPK 25.585 ton, dan pupuk organik 10.901 ton.
Hingga 2 September 2025, penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 62 persen untuk urea, 71 persen untuk NPK, dan 37 persen untuk pupuk organik. Dalam pengajuan realokasi ketiga, pemerintah daerah juga menambahkan pupuk ZA sebanyak 60 ton.
“Pupuk ZA ini biasanya dipakai petani tebu. Kami memastikan stok pupuk bersubsidi tetap aman sampai akhir tahun,” ujar Tamar.
Lebih lanjut, dengan adanya kepastian tersebut tentu menjadi kabar baik bagi para petani Ponorogo, yang sebagian tengah memasuki musim tanam. Ketersediaan pupuk yang terjamin, diharapkan mampu mendukung produktivitas pertanian.
“Kami pastikan stok pupuk bersubsidi di Ponorogo akan tetap aman hingga akhir tahun,” pungkasnya. pn-01/dsy
Editor : Desy Ayu