Komitmen Jaga Persediaan Air Pertanian, Pemkab Ponorogo Tambah 15 Sumur

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Caption: Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Ponorogo Tamar Mahara. SP/ PNG
Caption: Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Ponorogo Tamar Mahara. SP/ PNG

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sepanjang 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Jawa Timur berkomitmen memperkuat ketersediaan air pertanian dengan menambah 15 titik irigasi air tanah dalam (IATD) atau sumur.

Langkah ini diharapkan menuntaskan program pemenuhan sumur dalam hingga 100 persen pada 2026. Dan di tahun ini ada 15 kelompok tani (poktan) yang ditetapkan sebagai penerima manfaat sumur dalam, dengan alokasi anggaran bervariasi sesuai kondisi lapangan.

Sedangkan untuk lokasinya, terdapat dua tempat antaranya Poktan Margo Utomo di Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, dengan anggaran Rp200 juta, serta Poktan Sido Mukti di Desa Ngadisanan, Kecamatan Sambit, dengan kucuran dana sekitar Rp209 juta.

"Progres pengeboran sudah pada tahap reaming 50 meter dari total kedalaman 180 meter. Setelah pengeboran selesai, pembangunan rumah pompa menjadi tahap berikutnya," jelas Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Ponorogo Tamar Mahara, Selasa (23/09/2025).

Meski demikian, terdapat beberapa tantangan dalam pembangunan sumur tersebut, diantaranya medan berbatu di Ngadirojo dan Ngadisanan yang membuat proses pengeboran lebih menantang dibanding lokasi lain, bahkan memerlukan pergantian alat bor. Kondisi serupa juga ditemui di beberapa titik lanjutan dari program tahun sebelumnya.

Perlu diketahui, untuk 13 poktan penerima lainnya, masing-masing memperoleh anggaran normatif Rp125 juta per titik. Dana bersumber dari dana alokasi khusus (DAK), dengan pencairan tahap pertama sebesar 50 persen telah diterima seluruh poktan.

Perlu diketahui, sebelumnya pada 2024 lalu, Ponorogo telah menyelesaikan 190 unit IATD, termasuk yang berasal dari program perkebunan. Dengan capaian tersebut, menurut Tamar, target pembangunan sumur dalam sudah mendekati 100 persen. 

“Capaian kita lebih dari 90 persen. Untuk melengkapinya, lima tahun ke depan masih dibutuhkan sekitar 40 unit lagi,” tandasnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga menegaskan program IATD penting untuk menjaga ketahanan pangan dan stabilitas hasil panen di tengah ancaman kekeringan. "Kami berharap petani tak lagi kesulitan air di musim kemarau," sebutnya. pn-01/dsy

Berita Terbaru

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Jaksa Dakwa Direktur Pemberitaan Jak TV, Buat Program dan Konten Bentuk Opini Negatif di Publik Terkait Penanganan Tiga Perkara Korupsi Minyak…

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto mengakui saat ini Indonesia masih dipenuhi dengan praktik ilegal. Ia memberikan beberapa contoh…

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan pembicaraan undang-undang di DPR bukan terkait selera kekuasaan. "Bagi saya,…

AKBP Didik Tersangka Narkoba, Juga Disidang Etik

AKBP Didik Tersangka Narkoba, Juga Disidang Etik

Kamis, 19 Feb 2026 18:24 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:24 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, jalani sidang etik terkait kepemilikan barang bukti narkotika . "(Sidang etik…

Pengusir Nenek Elina Widjajanti Minta Damai, Tapi Ditolak

Pengusir Nenek Elina Widjajanti Minta Damai, Tapi Ditolak

Kamis, 19 Feb 2026 18:20 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ingat  kasus yang menimpa Elina Widjajanti (80), yang menyita perhatian publik karena peristiwa kekerasan yang dialaminya. …

Maghfirah

Maghfirah

Kamis, 19 Feb 2026 18:18 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:18 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sebagai manusia biasa, melakukan kesalahan dan dosa tentunya hal yang wajar. Namun, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa …