SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebagai upaya mendukung dan mendongkrak ketahanan pangan nasional, Pemerintah Kabupaten Ponorogo (Pemkab) tengah gencar-gencarnya menjalankan Program ‘Satu Desa Dua Hektare’, yakni dengan dengan mewajibkan setiap desa menyiapkan dua hektare lahan untuk ditanami jagung.
Untuk pembagian lahan dilakukan dengan pola satu hektare dikelola pemerintah desa dan satu hektare oleh Bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Bhabinkamtibmas).
"Langkah ini sebagai dukungan nyata kepolisian terhadap program ketahanan pangan nasional. Kami memanfaatkan tanah tadah hujan sehingga tidak mengganggu areal padi," ujar Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo, Selasa (30/09/2025).
“Sehingga, yang tanam padi ya silakan tanam padi. Tapi di kuartal 4 (Q4) ini ada tanah-tanah yang cuma bisa ditanami jagung dan itu yang kita manfaatkan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, adanya program dua hektare lahan per desa diperkirakan mampu menghasilkan sembilan ton jagung. Sedangkan untuk jagung varietas Bhayangkara dijadwalkan mulai ditanam awal Oktober dan dipanen pada Desember 2025.
Sementara itu, Bulog Ponorogo siap menyerap hasil panen untuk menjaga stabilitas pakan ternak dan harga bahan pangan seperti telur dan daging ayam. Sehingga, adanya kolaborasi lintas sektor ini menjadi contoh penerapan pentahelix -- sinergi pemerintah, kepolisian, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media -- dalam mengatasi masalah pangan.
"Benih jagung disediakan gratis untuk seluruh desa. Kami optimistis program ini akan meningkatkan produksi sekaligus mendukung target swasembada jagung nasional," ujar Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.
Perlu diketahui, Pemkab dan Polres menargetkan model "Satu Desa Dua Hektare" dapat ditiru di wilayah lain di Jawa Timur guna memperkuat ketahanan pangan dan menekan biaya pakan ternak. pn-01/dsy
Editor : Desy Ayu