SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang (Kancab) setempat berkomitmen ketersediaan pangan di Ponorogo aman hingga April 2026 mendatang.
Sebab, Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang (Kancab) Ponorogo sekarang ini memiliki stok gabah dan beras sekitar 60 ribu ton. Bahkan, ketersediaan bahan makanan pokok itu juga mampu mencukupi kebutuhan penduduk di Pacitan dan Magetan sesuai wilayah kerja Bulog Kancab Ponorogo.
Semua itu berkat hasil olah pertanian di Ponorogo berkontribusi paling besar dalam ketersediaan beras dan gabah itu. Bulog terhitung hingga 1 September 2025, menyerap 58 ribu ton gabah dan 148 ton jagung hasil panen petani. Angka penyerapan itu akan terus bertambah seiring masa panen di beberapa wilayah.
“Kontribusi terbesar tetap dari Ponorogo karena memiliki lahan pertanian paling luas dengan dukungan program-program peningkatan produktivitas tanpa mengurangi kualitas hasil panen,” jelas Kepala Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, Senin (06/10/2025).
Lebih lanjut, petani di sebagian wilayah Ponorogo bahkan melakukan panen padi hingga empat kali dalam setahun. Ini menunjukkan efektivitas berbagai upaya pemerintah daerah dalam memperkuat produksi pertanian.
Diketahui, hingga saat ini, pihaknya sudah menyalurkan sekitar 4 ribu ton beras SPHP sepanjang Januari hingga Agustus 2025. Penyaluran beras SPHP itu juga dilakukan di pasar tradisional dan ritel modern dengan HET (harga eceran tertinggi) maksimal 12.500 rupiah per kilogram.
Selain itu, Bulog selama ini juga menyerap hasil panen jagung dengan harga Rp 6.400 per kilogram. Harga itu berlaku untuk jagung dengan kadar air maksimal 14 persen dan kadar aflatoksin di bawah 50 part per billion (ppb) untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak.
“Dengan ketersediaan stok dan harga pakan yang wajar, diharapkan harga daging unggas dan telur di pasaran juga stabil,” ujar Budiwan. pn-01/dsy
Editor : Desy Ayu