DTPHPKP Magetan Catat Serapan Pupuk Subsidi Capai 60 Persen hingga September

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Salah seorang petani sedang menaburkan pupuk subsidi ke lahan padi miliknya. SP/ MGT
Ilustrasi. Salah seorang petani sedang menaburkan pupuk subsidi ke lahan padi miliknya. SP/ MGT

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Magetan mencatat dari total alokasi tahun 2025, serapan pupuk subsidi jenis urea pada periode Januari hingga September 2025 mencapai 60 persen.

Alokasi pupuk subsidi urea untuk petani Kabupaten Magetan tersebut mencapai sebanyak 23.634 ton, NPK sebanyak 19.569 ton ditambah alokasi tambahan sebanyak 300 ton, alokasi NPK formula khusus 24,4 ton, dan pupuk organik 10.339 ton untuk anggaran 2025.

"Untuk serapan atau penyaluran pupuk subsidi di Magetan hingga September 2025 rata-rata sudah mencapai 60 persen dari total alokasi," jelas Staf Bidang Sarpras Pupuk, DTPHPKP Kabupaten Magetan Edy Utomo, Jumat (10/10/2025).

Beruntungnya, tidak ada kendala besar dalam distribusi pupuk subsidi di Kabupaten Magetan. Ia yakin penyaluran pupuk subsidi di Magetan akan optimal hingga akhir tahun alokasi 2025.

Lebih lanjut, Edy menjelaskan, mekanisme penebusan pupuk kini yang lebih fleksibel dan secara digital. Petani bisa langsung melakukan pembelian di kios resmi dengan membawa KTP tanpa harus melalui kelompok tani.

Adapun sasaran penerima pupuk subsidi sudah ditetapkan untuk tanaman 10 jenis komoditas, mulai dari padi, jagung, kedelai, tebu, kopi, kakao, cabai, bawang merah, bawang putih, hingga ubi kayu.

"Komoditas lain hortikultura seperti kubis memang belum terakomodasi, tapi kami sudah melakukan usulan ke kementerian. Mudah-mudahan ke depan bisa dimasukkan, mengingat Magetan terkenal dengan produk hortikultura sayuran seperti kubis, sawi, seledri, wortel, dan tomat.

Dengan lancarnya penyaluran pupuk bersubsidi ini, Pemkab Magetan berharap kegiatan musim tanam kedua dapat berjalan optimal dan mendukung peningkatan hasil pertanian di seluruh wilayah kabupaten. mg-01/dsy

Berita Terbaru

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Kesehatan gigi dinilai menjadi salah satu faktor penentu untuk mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu K…

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Komisi D DPRD Jawa Timur memastikan akan turun tangan menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Solar yang t…

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAI.com, Blitar – Gempa berskala 5.6 SR di Pacitan sore tadi ( Sabtu 27 Juni 2026), pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun p…

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sidang dugaan korupsi berkedok CSR yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi mengungkap adanya kode “PWL” atau Petunjuk Pak Wali…

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Maidi disebut memberi petunjuk langsung terkait pengerjaan urugan di TPA Winongo senilai Rp600 juta yang diklaim sebagai CSR dari PT…

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPRD Jawa Timur menyoroti masih adanya anggaran daerah senilai Rp2,05 triliun tidak terserap hingga akhir Tahun Anggaran 2025. R…