Surabaya, Jalankan Program Sulap Sampah jadi Listrik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Program waste to energy (WTE) atau sulap sampah jadi listrik bakal berjalan di 33 kota di seluruh Indonesia. Pada tahap awal WTE akan berjalan di 10 kota seperti Tangerang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali hingga Makassar.
Program waste to energy (WTE) atau sulap sampah jadi listrik bakal berjalan di 33 kota di seluruh Indonesia. Pada tahap awal WTE akan berjalan di 10 kota seperti Tangerang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali hingga Makassar.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Program waste to energy (WTE) atau sulap sampah jadi listrik bakal berjalan di 33 kota di seluruh Indonesia. Pada tahap awal WTE akan berjalan di 10 kota seperti Tangerang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali hingga Makassar.

CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani mengatakan, investasi WTE di 33 kota diperkirakan mencapai Rp 91 triliun. Pasalnya satu kota bisa memiliki lebih dari satu Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Sebanyak 192 perusahaan dilaporkan tertarik ikut serta dalam proyek waste to energy (WTE) atau sulap sampah menjadi listrik. Hal ini diungkap langsung CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani.

"Tadi saya disampaikan yang ingin ikut program itu terdaftar sudah mencapai 192 perusahaan untuk program Waste to Energy yang baru saja kita sampaikan ini," ujar Rosan dalam acara Indonesia International Sustainability Forum (ISF) di Jakarta Convention Center, Jumat (10/10/2025).

Program WTE adalah langkah pemerintah untuk mengatasi darurat sampah dan mendukung transisi energi terbarukan.

Program ini menjadi solusi jangka panjang untuk menangani penumpukan sampah.

Energi yang dihasilkan dari sampah akan memasok kebutuhan listrik, membantu mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Program ini dijalankan melalui kolaborasi Kementerian Lingkungan Hidup bersama Pemerintah Daerah Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, dengan tujuan mengurangi volume sampah sekaligus memanfaatkan energi dari limbah.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif menyampaikan bahwa kegiatan ini awalnya membahas pengelolaan sampah melalui teknologi Waste to Energy (WTE) di wilayah Malang Raya, yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

"Kitaakan membahas rangkaian kegiatan pengelolaan sampah dan upaya pemanfaatan waste energy. Sesuai instruksi Bapak Presiden, saya ditugaskan menindaklanjuti peluang pengembangan teknologi Waste Energy. Potensi pembangunan fasilitas Waste to Energy di sini sangat besar," ujarnya, seperti dikutip dari laman Kemenlh.

Hanif Faisol juga menyampaikan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, ia telah melakukan berbagai diskusi langsung dengan para pemangku kepentingan. "Termasuk Wali Kota Malang, Batu, dan Kabupaten Malang, untuk menilai kesiapan mereka mendukung program Waste to Energy (WTE)," ujarnya.

 

Teknologi Ubah Limbah Padat

Dilansir dari Jurnal Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi, WTE adalah teknologi yang mengubah limbah padat menjadi energi dalam bentuk listrik, gas, atau panas. Metode yang digunakan meliputi pembakaran massal (incineration), gasifikasi, serta pirolisis. Selain itu, limbah organik dapat diproses melalui anaerobik digestor untuk menghasilkan biogas, sedangkan gas metana dari TPA dapat dimanfaatkan melalui teknologi landfill gas capture.

Tujuan utama penerapan WTE adalah mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA dan sekaligus menghasilkan energi terbarukan dari fraksi limbah yang dapat diolah. Teknologi ini dirancang untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih efisien dengan memanfaatkan limbah yang sebelumnya tidak bernilai menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali. Pendekatan tersebut juga memungkinkan pemanfaatan energi alternatif yang selaras dengan upaya pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Proses WTE dimulai dari pengumpulan sampah di sumbernya, baik rumah tangga maupun industri, yang kemudian dibawa ke fasilitas pengolahan. Di fasilitas tersebut, sampah terlebih dahulu melalui tahap pemilahan untuk memisahkan bahan yang dapat didaur ulang, material berbahaya, dan limbah yang layak diolah menjadi energi. Langkah pemilahan ini penting agar proses selanjutnya lebih efisien dan aman.

Setelah pemilahan, sampah diproses menggunakan metode sesuai jenis dan karakteristiknya. Pembakaran massal (incineration) biasanya digunakan untuk sampah campuran dengan kadar air rendah, menghasilkan panas yang diubah menjadi uap dan menggerakkan turbin pembangkit listrik. Sementara itu, gasifikasi dan pirolisis diterapkan pada limbah padat tertentu untuk menghasilkan gas sintetis (syngas) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar, sedangkan anaerobik digestor digunakan untuk limbah organik guna menghasilkan biogas.

Tahap akhir melibatkan penanganan residu, termasuk abu sisa pembakaran atau lumpur hasil proses digestor, yang harus dikelola sesuai standar lingkungan. Selain itu, instalasi WTE modern dilengkapi dengan sistem pengendalian emisi, seperti scrubber dan filter, untuk meminimalkan dampak terhadap kualitas udara. n ec/erc/cr5/rmc

Berita Terbaru

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jatim dan Kaltim

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jatim dan Kaltim

Sabtu, 10 Okt 2026 15:42 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 15:42 WIB

SurabayaPagi, Balikpapan — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi membuka Kantor Cabang Balikpapan pada Jumat (9/10/2026).  Peresmian in…

Duel Panas Derby Jatim di Surajaya, Saatnya Persela Kudeta Deltras dari Puncak Klasemen

Duel Panas Derby Jatim di Surajaya, Saatnya Persela Kudeta Deltras dari Puncak Klasemen

Sabtu, 10 Okt 2026 14:17 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 14:17 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Pertarungan sengit Derby Jawa Timur bakal tersaji di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (11/10/2026) sore. Tuan rumah Persela L…

Pengadaan Beras Nasional Lampaui Target, Bulog Bojonegoro Sumbang 84 Ribu Ton

Pengadaan Beras Nasional Lampaui Target, Bulog Bojonegoro Sumbang 84 Ribu Ton

Sabtu, 10 Okt 2026 12:17 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 12:17 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro berhasil melampaui target pengadaan beras tahun 2026, dengan realisasi mencapai 84.986 ton…

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Audit Tambang, Izin hingga Dampak Lingkungan Harus Dibuka

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Audit Tambang, Izin hingga Dampak Lingkungan Harus Dibuka

Sabtu, 10 Okt 2026 10:33 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 10:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundari Renny Pramana, menekankan pentingnya penertiban pertambangan bermasalah…

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi aman untuk menyambut puncak musim tanam periode Oktober 2026 h…

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

SurabayaPagi .com : Ada cerita dari layar lebar yang kini bisa ikut dirasakan lewat meja makan. The People’s Cafe (TPC), bagian dari ISMAYA Group, b…