SURABAYA PAGI, Madiun – SDN Wayut 03 Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, menjadikan kegiatan ekstrakurikuler tari sebagai wadah pelestarian budaya sekaligus pembentukan karakter siswa. Melalui gerak dan irama, para siswa tak hanya belajar menari, tetapi juga menanamkan nilai cinta budaya sejak dini.
“Kegiatan ekstrakurikuler tari ini bertujuan menanamkan rasa cinta terhadap budaya daerah, memperkuat karakter siswa, sekaligus menjadikan kesenian sebagai sarana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan,” ujar Ade Puspita Wardhani, Kepala SDN Wayut 03, Kamis (16/10/2025).
Ade menambahkan, dengan menjadikan tari sebagai kegiatan rutin di sekolah, generasi muda diharapkan dapat menghargai seni tradisi, mengembangkan bakat, dan melestarikan warisan leluhur. “Harapannya, kesenian tari tidak hanya bertahan di Madiun, tapi bisa dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional,” tuturnya.
Ekstrakurikuler tari di SDN Wayut 03 diikuti siswa kelas I hingga VI dan dilaksanakan setiap hari Rabu dalam dua sesi. Kegiatan ini dipandu guru dan pelatih berpengalaman dengan materi meliputi teori sejarah tari, olah tubuh, demonstrasi gerak, imitasi, hingga sesi tanya jawab dan evaluasi.
Metode pembelajaran dilakukan melalui latihan rutin mingguan, praktik langsung, serta pementasan sederhana di lingkungan sekolah maupun luar sekolah. “Lewat cara ini, siswa lebih mudah memahami makna di balik setiap gerakan sekaligus membangun kepercayaan diri,” jelas Ade.
Selain menumbuhkan keberanian tampil di depan umum, kegiatan ini juga menanamkan nilai gotong royong karena seni tari menuntut kerja sama tim. Siswa pun semakin mengenal kekayaan budaya nusantara dan berperan aktif menjaga kelestariannya.
“Seni tari menjadi cara kami menanamkan kebanggaan terhadap budaya sendiri agar tidak hilang ditelan arus globalisasi,” pungkas Ade.man
Editor : Redaksi