SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meluncurkan website SITALAS (Sistem Informasi Kota Layak Anak Surabaya). SITALAS bukan hanya Forum Anak Surabaya, tetapi juga Forum Anak Kecamatan dan Forum Anak Kelurahan. Sehingga setiap wilayah administratif memiliki kanal untuk menyuarakan aspirasi dan harapan anak-anak di lingkungannya masing-masing.
Peluncuran website SITALAS ini mendapat respon positif dari anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati. Ia menilai kehadiran SITALAS akan menjadi sarana penting untuk menjangkau aspirasi dan suara anak-anak di Kota Pahlawan.
“Website SITALAS diharapkan bisa menjangkau aspirasi maupun suara anak-anak, mulai dari impian mereka tentang kegiatan olahraga, sarana belajar, taman bermain, hingga lingkungan sekitar,” ujar Ajeng, Kamis (16/10).
Menurutnya, SITALAS dapat mengarahkan anak-anak pada aktivitas positif di masa emas pertumbuhan mereka, sekaligus menangkal dampak negatif media sosial yang tidak terfilter. Meski begitu, Ajeng menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan agar program ini benar-benar efektif.
“Jangan sampai ini menjadi proyek yang terhenti karena gagap teknologi. Harus ada sistem yang kuat dan mampu menjangkau aspirasi anak-anak,” tegasnya. Ia juga meminta agar Pemkot secara rutin melaporkan progres penggunaan anggaran, output, dan outcome program.
Ajeng menambahkan, pemerintah perlu mengantisipasi potensi kebocoran data siswa dan memastikan sistem SITALAS terlindungi dari penyalahgunaan.
Sebelumnya, Pemkot Surabaya meluncurkan SITALAS sebagai platform digital yang mengintegrasikan perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kebijakan responsif anak. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut, sistem ini menjadi basis data satu pintu terkait kesehatan, pendidikan, perlindungan, hingga partisipasi anak.
Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan bahwa SITALAS memuat data kuantitatif dan kualitatif untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti. Bahkan, teknologi kecerdasan buatan (AI) digunakan untuk mendeteksi permasalahan anak lebih dini dan merumuskan solusi yang tepat.
Sementara itu, Kepala DP3APPKB Surabaya, Ida Widayati, menegaskan bahwa SITALAS bukan sekadar sistem data, tapi juga wadah kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat. Kini, anak-anak pun dapat berpartisipasi langsung melalui fitur partisipatif di website tersebut.
Dengan kehadiran SITALAS, Surabaya menegaskan langkahnya menuju Kota Layak Anak Nasional dan Dunia, kota yang bukan hanya ramah bagi anak, tapi juga digerakkan oleh partisipasi aktif mereka. Alq
Editor : Moch Ilham